Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pemerintah Perlu Dorong Peningkatan Perekonomian Daerah Saat Mudik Lebaran

Pemudik yang telah tiba di Terminal Induk Tipe A Jati, Kabupaten Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)
Pemudik yang telah tiba di Terminal Induk Tipe A Jati, Kabupaten Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Jakarta- Peningkatan pendapatan perekonomian daerah saat mudik lebaran sangat penting. Mengingat, lebaran Idulfitri tahun ini ada banyak masyarakat yang melakukan mudik kampung halaman. Sehingga bisa dipastikan perputaran uang para pemudik justru akan terjadi di daerah masing-masing.

Karena itu, pemerintah pusat juga harus mendorong pemerintah daerah maupun pelaku pariwisata untuk lebih memperhatikan obyek wisata dan UMKM. Sebab, imbasnya nanti adalah pada pendapatan sektor pariwisata yang diprediksi juga akan naik.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengatakan, mudik lebaran dalam sejarahnya emmang selalu menggerakkan perekonomian rakyat. Ditambah kemudian rakyat Indonesia baru bisa mudik tahun ini, setelah dua tahun berturut-turut ada larangan untuk mudik.

“Dengan adanya mudik, berbagai bentuk kegiatan ekonomi rakyat di daerah-daerah itu terbangkitkan, hidup. Itu yang selama 2 tahun terakhir relatif mati,” tegasnya.

Baca: Ini Aturan Pembatasan Operasional Angkutan Barang di Jalan Tol pada Arus Mudik dan Balik Lebaran 2022

Menurut Piter, dengan pelonggaran aturan mudik pada Lebaran kali ini, diperkirakan jumlah pemudik itu akan melonjak sangat tinggi bahkan melampaui angka mudik tahun 2019 sebelum pandemi.

“Makanya Jasa Marga itu sangat konsentrasi dan sangat mempersiapkan diri untuk menata jalan tol agar supaya tidak terjadi kemacetan yang terlalu luar biasa,” tambahnya.

Menurutnya, jumlah pemudik yang sedemikian besar akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di daerah. Sebab, perputaran uang para pemudik ini justru akan berada di daerah masing-masing.

Baca: Tinjau Tol Kalikangkung, Kapolri Pesan Ini ke Pemudik

“Apa yang akan terjadi di daerah-daerah, di ekonomi rakyat di daerah, itu akan sangat luar biasa. Para pemudik akan membawa uang. Mereka itu akan meningkatkan demand yang luar biasa. Hotel, restoran, semua barang-barang kerajinan, barang-barang hasil produksi di daerah, itu akan terserap. Yang selama ini tidak ada pembelinya, ini akan ada pembelinya yang luar biasa,” tandasnya.

Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang kartal pada periode Ramadan dan Lebaran sebesar Rp175,26 triliun. Jumlah itu meningkat 13,4% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu yakni Rp154 triliun. Wilayah Jawa masih akan menjadi pusat peredaran uang selama periode Ramadan dan Lebaran.

Masyarakat akan berpesta selama sekitar 2 minggu, selama periode itu yang tentunya akan mendorong perekonomian nasional dengan signifikan.

Baca: Ganjar Pastikan Jateng Siap Hadapi Mudik dan Lebaran

“Jadi ini akan menggerakkan perekonomian. Selama masa Lebaran ini akan sangat luar biasa. Akan ada kenaikan yang saya kira sangat tinggi, sangat luar biasa pada periode menjelang dan setelah lebaran,” bebernya.

Sementara ketua DPR Ri Puan Maharani juga meminta kepada pemerintah untuk lebih teliti dalam mengatur arus lalu lintas saat mudik. Apalagi, jumlah pemudik tahun ini akan lebih besar dan diprediksi hingga arus balik kedepan.

“Pemerintah harus memfasilitasi pemudik sebaik mungkin. Sehingga nantinya mereka juga bisa membantu mendorong pemulihan ekonomi dengan meningkatkan pariwisata daerah dan menggerakkan UMKM local,” tutupnya.

 

Penulis: Cholis Anwar

Editor: Cholis Anwar

Comments
Loading...