Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

KPK Tetapkan Tersangka Ade Yasin Terkait Kasus Suap Auditor BPK

KPK saat konferensi pers penetapan tersangka Bupati Bogor Ade Yasin (Kompas.com)
KPK saat konferensi pers penetapan tersangka Bupati Bogor Ade Yasin (Kompas.com)

MURIANEWS, Jakarta- Bupati Bogor Ade Yasin ditetapkan sebagai tersangka kasus suap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penetapan tersangka itu dilakukan setelah KPK mempunyai bukti-bukti yang sah dan mendukung terhadap kasus Ade Yasin.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, peran Bupati Bogor dalam kasus ini adalah sebagai pemberi suap.

Menurutnya, kasus ini bermula atas keinginan Ade Yasin agar Kabupaten Bogor mendapatkan predikat Wajar Tabpa Pengecualian (WTP) dalam sistem pengelolaan keuangan pemerintah kota. Hal ini menyusul adanya laporan keuangan yang sebelumnya dinilai sangat jelek yang bisa mempengaruhi disklaimer.

Karena hal itu, Ade kemudian berupaya untuk mengembalikan predikat Kabupaten Bogor untuk kembali mendapatkan WTP. Saat itu, anak buah Ade Yasin melancarkan aksinya dengan memberikan sejumlah uang kepada auditor BPK agar dapat memberikan predikat WTP tersebut.

Baca: KPK Sita Sejumlah Uang Dugaan Suap Bupati Bogor

“Tim audtor sejak awal disusun dan dikondisikan hanya untuk memeriksa SKPD tertentu yang tak membuat laporan keuangan Pemkab Bogor jelek,” terang Firli, dikutip dari Kompas.com, Kamis (28/4/2022).

Namun, dalam pelaksanaan audit itu, SKPD yang diperiksa auditor BPK juga menemukan adanya kejanggalan dalam proyek pembangunan jalan di kawasan Pakansari senilai Rp 96,4 miliar di Dinas PUPR.

Kesepakatan pun dibuat. Uang pelicin bagi para auditor BPK disiapkan. KPK memperkirakan nilai suap mencapai Rp 1,9 miliar dengan adanya pemberian uang mingguan selama proses pemeriksaan berlangsung dari bulan Februari-April 2022.

Sehingga dalam kasus ini, KPK berhasil mengamankan Ade Yasin dan 11 orang lain dalam kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT ) di wilayah Jawa Barat (Jabar) pada Selasa (26/4/2022) malam hingga Rabu (27/4/2022) pagi.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...