Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO JATENG

Larang Penerbangan Balon Udara, Ganjar: Harus Diikat

Ilustrasi. Masyarakat memadati festival balon udara di Stadion Hoegeng Pekalongan 2019 lalu. (Dok. MURIANEWS)

MURIANEWS, Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melarang menerbangkan balon udara walaupun berdalih dengan tradisi syawalan. Hanya saja, bagi mereka yang mempertahankan tradisi penerbangan balon harus diikat dengan ketentuan ketinggian tertentu.

Hal itu disampaikan Ganjar usai memimpin rapat forkopimda di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu (27/4/2022). Tradisi syawalan dengan menerbangkan balon masih dilakukan sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Baca: Ganjar Pastikan Jateng Siap Hadapi Mudik dan Lebaran

“Nggak. Saya sudah sampaikan dan bahkan sudah saya tulis di atas gedung kantor Pemprov bahwa harus diikat. Jadi dulu kita sudah bicara tradisi itu  berjalan dan kemudian semua melarang. Terus saya bilang nggak usah dilarang tapi diikat,” tegas Ganjar.

Ganjar menegaskan, tidak boleh ada penerbangan balon udara karena membahayakan. Cara lain agar tradisi tetap bisa dilakukan, kata Ganjar, bisa dibuat model festival hingga lomba.

“Tapi diikat. Sehingga ketinggiannya teratur dan orang bisa melihat dengan bagus,” ujar Ganjar.

Baca: Nyangkut di Tiang Listrik, Balon Udara di Sukoharjo Gegerkan Warga

Sebagai informasi, di Kota Pekalongan akan dilaksanakan penerbangan balon udara sebagai tradisi syawalan masyarakat setempat. Komunitas Sedulur Balon Pekalongan sebagai panitia, memodifikasi kegiatan dengan syarat balon ditambatkan atau diikat.

Ganjar pun telah berkomunikasi dengan pihak Pemkot Pekalongan. Menurut Ganjar, hal ini bukan kali pertama sehingga dari pihak pemda juga telah mengerti aturannya.

“Sudah. Ini kan sudah berkali-kali, bukan baru hari ini, itu sudah berkali-kali,” tandasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...