Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO YOGYAKARTA

Rumah di Sleman Hancur Gegara Petasan, Empat Orang Jadi Tersangka

rumah warga sleman rusak parah karena ledakan (kompas.com)

MURIANEWS, Sleman — Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menetapkan empat tersangka dalam kasus hancurnya sebuah rumah gara-gara petasan yang meledak di Plosokuning V, Kalurahan Minomartini, Kapanewon Ngaglik, Jumat (22/4/2022).

Keempat tersangka ini diketahui berinisial ADS (23), MDA (25), MFI (23), dan EOP (25). Penetapan empat tersangka ini setelah polisi menggelar tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi.

Baca: Diduga Karena Ledakan Petasan, Rumah di Sleman Ini Hancur Lebur

Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indriadi menyebutkan, keempat tersangka tersebut merupakan warga Kalurahan Minomartani.

Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga mereka membeli, menyimpan dan meracik bahan-bahan berbahaya yang akhirnya meledak dan menimbulkan kerugian bagi pemilik rumah yang hancur serta kerusakan ringan beberapa rumah di sekitarnya.

”Dari olah TKP, polisi menemukan dua petasan ukuran besar, masing-masing seberat 1 kg dan tiga renteng petasan yang berisi 20-25 petasan,” katanya seperti dikutip Harian Jogja.

Selain itu, petugas juga menemukan kertas bahan pembuat petasan, belerang, black powder, sumbu mercon, aluminium metal powder serta roman candle.

Baca: 4 Orang Pembuat Petasan Ilegal di Sumenep ditangkap Polisi

Atas perbuatannya, para tersangka dipersangkakan Pasal 1 UU No. 1951 tentang UU Darurat dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun. Para tersangka saat ini sedang diproses oleh Polres Sleman untuk proses hukum selanjutnya.

“Kami berharap masyarakat tidak lagi membuat petasan, ini dampaknya berbahaya. Rumah bisa rusak, apalagi kalau kena tubuh manusia. Dan apabila ini nanti rencana akan diledakkan untuk memperingati hari tertentu, ini juga kegiatan yang kurang baik. Tolong jangan diteruskan,” ungkapnya.

Sementara, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yoliyanto menuturkan, para tersangka bisa membeli bahan baku pembuat petasan dari toko online yang berbeda-beda. Bahan-bahan ini kata dia, merupakan bahan berbahaya yang peredarannya diatur.

“Sehingga kami mengimbau supaya tidak menjual barang-barang itu kembali. perniagaan barang-barang B3 [Bahan Berbahaya Beracun] itu diatur. Sehingga sebaiknya yang jual barang-barang seperti itu berhenti. Kalau nanti diamankan oleh aparat itu menjadi risiko. kami sudah mengingatkan,” ungkapnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Harian Jogja

Comments
Loading...