Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Satlantas Beberkan Tiga Jalur Tengkorak di Purbalingga, Ini Lokasinya

Kasatlantas Polres Purbalingga AKP Rizky Widyo Pratomo (tengah) saat memberikan keterangan pers kepada awak media. (Humas Polres Purbalingga)

MURIANEWS, Purbalingga – Satuan lalulintas (Satlantas) Polres Purbalingga mengungkapkan ada tiga titik rawan kecelakaan atau jalur tengkorak yang masuk wilayah Purbalingga. Pasalnya, di jalur tersebut seringkali terjadi kecelakaan hingga menghilangkan nyawa.

Kasatlantas Polres Purbalingga AKP Rizky Widyo Pratomo menyebutkan, ketiga jalur tersebut adalah Jalur Bayeman Desa Tlahab Lor Kecamatan Karangreja, Jalur Wisata Jalan Raya Serang Kecamatan Karangreja, dan Jalan Raya Bajong Kecamatan Bukateja.

Baca: Tenggelam, Mahasiswa Unsoed Meninggal di Curug Duwur Purbalingga

”Dari tiga jalur itu, jalur Bayeman merupakan lokasi paling rawan karena kondisi jalannya banyak tikungan dan turunan tajam,” katanya melalui siaran persnya, Rabu (27/4/2022).

Kondisi tersebut, lanjutnya, mulai dari perbatasan Kabupaten Pemalang. Akibatnya, bagi pengemudi yang tidak paham medan, biasanya rem akan mengalami panas hingga blong saat sampai di jalur tersebut.

“Karena itu, kami mendirikan posko dan rest area di daerah Karangreja sebelum jalur Bayeman. Kendaraan diminta untuk istirahat sejenak sehingga kondisi remnya kembali normal tidak sampai gagal fungsi,” tegasnya.

Baca: Diperkosa Sambil Direkam, Oknum Guru SMP di Purbalingga Leluasa Gagahi 7 Muridnya

Sementara jalur wisata Serang juga rawan kecelakaan karena memiliki kontur yang sama dengan jalur Bayeman. Banyak jalan menikung dan menurun.

”Jalur ini merupakan jalur alternatif kendaraan kecil dari Pulosari Pemalang, atau pengalihan kendaraan dari jalur utama Belik-Karangreja,” ungkapnya.

Lokasi rawan kecelakaan selanjutnya menurut Kasat Lantas yaitu di jalur jalan raya Bajong – Bukateja. Lokasi yang merupakan jalan provinsi kondisinya lebar dan lurus, namun minim penerangan. Sehingga penglihatan pengemudi akan berkurang bila melintasi jalan ini khususnya saat malam hari.

”Kami menyiapkan pos terpadu di seluruh jalur tersebut. Bila dirasa memang pemudik letih dan mengantuk, sebaiknya berhenti untuk beristirahat. Sehingga konsentrasi dalam mengendara tidak menurun dan kecelakaan dapat dicegah,” imbaunya.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...