Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Motif Pembuang Bayi di Pati Terungkap, Faktanya Bikin Ngelus Dada

Motif Pembuang Bayi di Pati Terungkap, Faktanya Bikin Ngelus Dada
Kapolres Pati AKBP Christian Tobing menunjukkan barang bukti kasus pembuangan bayi dalam konferensi pers di Mapolres Pati, Rabu (27/4/2022). (MURIANEWS/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Motif pelaku pembuang bayi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah terungkap. Ternyata, pelaku tega membuang bayi yang dilahirkannya karena malu.

Kapolres Pati AKBP Christian Tobing dalam konferensi pers di Mapolres Pati, Rabu (27/4/2022) mengatakan pelaku adalah ibu kandung si bayi.

Pelaku tega membuang bayinya itu lantaran, si bayi lahir dari hasil perselingkuhan. Polisi pun sudah memeriksa lelaki yang diduga jadi selingkuhan pelaku tersebut.

Baca: Pelaku Pembuang Bayi di Pati Ditangkap, Motifnya Masih Didalami

“Pelaku membuang bayinya di kandang sapi. Dibuang karena bayinya dari hubungan yang tidak sah. Sang ayah (bayi) sudah kami periksa,” kata AKBP Christian Tobing.

Sebelum ada peristiwa pembuang bayi, para tetangga mengetahui pelaku hamil besar. Padahal suaminya sedang merantau di Papua. Sang suami merantau cukup lama, yakni sekitar 1,5 tahun. Dalam kurun waktu itu, sang suami belum pernah pulang.

“Pelaku punya anak dua. Suaminya merantau ke Papua. Mungkin ada masalah sehingga merantau lama,” ungkap AKBP Christian Tobing.

Baca: Tega! Bayi Cantik di Pati Dibuang di Kandang Ternak

Setelah ada kasus pembuang bayi, pelalu diketahui sudah tidak ada di rumah. Ini membuat jajaran Polres Pati mencurigai pelaku pembuangan bayi. Setelah melakukan penulusuran, pelaku diketahui ngekos di Kacamatan Kayen, Kabupaten Pati.

Polisi pun membawa pelaku untuk dimintai keterangan. “Motifnya karena malu karena mempunyai anak di luar nikah sehingga membuang bayi. Setelah ditemukan bayi, ada kecurigaan dari para warga,” tandas dia.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam dihukum pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan. Pelaku ini dijerat pasal 305 KUHP.

“Pelaku dijerat pasal 305 KHUP tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan. Kelamin bayi perempuan,” ujarnya.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...