Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Warga Binaan Lapas Purwodadi Grobogan Diajak Bertobat

Warga Binaan Lapas Purwodadi Grobogan Diajak Bertobat
Warga binaan mengikuti pengajian di aula Lapas Kelas IIB Purwodadi, Selasa (26/4/2022) sore. (MURIANEWS/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Warga binaan di Lapas Kelas IIB Purwodadi diajak tobat. Di mana, mereka diminta meninggalkan perbuatan buruk dan melakukan hal yang baik saat sudah bebas nanti.

Ajakan itu disampaikan Kyai Khudori dari Pondok Pesantren Al Huda, Desa Katong, Kecamatan Toroh dalam pengajian di aula Lapas Kelas IIB Purwodadi, Selasa (26/4/2022) sore.

Dalam ceramahnya di hadapan ratusan warga binaan permasyarakatan (WBP), Kyai Khudori menerangkan syarat orang yang tobat.

Baca: Ini Cara Lapas Purwodadi Grobogan Agar Handicraft Karya Warga Binaan Laku Keras

“Syarat tobat wajib menyesal. Maksudnya menyesali hal-hal buruk yang pernah kita lakukan dan jangan dilakukan lagi,” tutur Kyai Khudori.

Kemudian, lanjut Kyai, kewajiban beribadah yang ditinggalkan sebelumnya harus diganti sebaik-baiknya. Kyai Khudori memberi contoh tentang puasa. Kewajiban puasa bagi orang muslim dimulai kira-kira saat usia 15 tahun, atau saat akil baligh.

“Kewajiban puasa misalnya, itu diwajibkan setelah usia 15 tahun. Tapi misalnya baru di usia 40 tahun kita berpuasa, itu kan harus nyaur utang selama yang ditinggalkan itu,” tambahnya.

Berikutnya, orang yang tobat mesti bisa menikmati beribadah sama seperti dulu saat melakukan maksiyat. Dengan begitu, insyaallah orang yang tobat tidak akan kembali ke jalan yang salah.

Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Soebiyakto menerangkan, pihaknya memang sengaja menggandeng Ponpes untuk memberikan ceramah, sehingga keimanan warga binaan semakin meningkat.

“Kami menggendeng ponpes, menjelang berakhirnya bulan Ramadan ini untuk memberikan ceramah, siraman rohani kepada warga binaan yang dirangkai dengan kegiatan buka bersama,” kata Soebiyakto.

Dia menambahkan, agenda ini juga menjadi rangkaian kegiatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-58. Sebelumnya, lanjut dia, anggota Dharma Wanita Lapas Purwodadi juga telah membagikan 75 bungkus takjil di dua lokasi dekat Terminal Purwodadi.

Selama ini, lanjut Soebiyakto, kegiatan rohani bagi warga binaan rutin dilaksanakan tidak hanya selama Ramadan. Nantinya, kegiatan pondok pesantren di Lapas Purwodadi yang dinamai Darut Taubah tetap dilanjutkan sebagai bentuk pembinaan penghuni Lapas.

“Untuk itu kami juga telah menggandeng Ponpes dari luar Lapas, dan berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Grobogan berkaitan dengan kegiatan keagamaan,” kata dia.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...