Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Catat, Ini Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Mengemudi Mobil Manual

Catat, Ini Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Mengemudi Mobil Manual
Foto: Ilustrasi mengemudi (pixabay.com)

MURIANEWS, Kudus– Saat mengemudi mobil manual ada sejumah kesalahan yang sebaiknya jangan dilakukan. Hal ini penting dilakukan demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Kesalahan yang dilakukan saat mengemudi ini kebanyakan dilakukan oleh pemula. Meski begitu, banyak juga pengemudi yang sudah memiliki jam terbang lama masih melakukan kesalahan yang seharusnya tidak perlu dilakukan.

Melansir dari Auto2000, terlepas dari perawatannya yang mudah, mobil manual harus dikemudikan dengan tepat dan hati-hati. Sering melakukan kekeliruan saat berkendara berujung pada kerusakan komponen mobil. Prosedur perawatannya lebih rumit, bahkan harus merogoh kocek yang lebih dalam untuk perbaikannya.

Baca juga: Tips Menghilangkan Rasa Takut Menyetir Mobil bagi Pemula

Kesalahan dalam mengendarai mobil manual biasanya berputar pada penggunaan rem kopling dan tuas persneling. Dua komponen ini paling banyak dioperasikan saat mengemudi mobil manual. Penggunaan komponen kopling dan persneling yang tepat menghasilkan manuver mobil yang melaju cepat.

Berikut kesalahan yang sering dilakukan oleh beberapa orang saat menyetir mobil manual:

1. Kaki Terus Menempel di Kopling Mobil

Kekeliruan pertama yang jarang disadari adalah posisi kaki yang selalu menempel di kopling mobil. Dampaknya, kopling jadi lebih cepat aus bahkan berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Saat parkir atau berada di lampu merah pun, Anda harus menghindari menaruh kaki di atas pedal kopling.

Kepala Bengkel Body and Paint Auto2000 Karawang, Jawa Barat, Arie Ferdiansyah mengatakan bahwa menempatkan kaki kiri di atas pedal kopling sebaiknya di hindari saat sedang mengendarai mobil dengan transmisi manual.

“Karena membuat release clutch pada kopling menekan tidak sempurna sehingga terjadi gesekan yg berlebih antara kampas kopling dengan flywheel yang menyebabkan kampas kopling cepat habis,” ujarnya.

2. Menggunakan Persneling sebagai Hand Rest

Tuas persneling sering dijadikan sebagai hand rest atau tempat tangan beristirahat. Selain berpotensi menurunkan konsentrasi saat berkendara, kekeliruan ini bisa merusak komponen persneling tersebut.

Komponen ini memiliki sistem mekanis di bawahnya. Menaruh tangan kiri di atasnya bisa memberikan tekanan pada sistem tersebut. Apabila dilakukan terus-menerus, usia pakai sistem mekanis pun berkurang dan berujung pada kerusakan.

3. Mobil Terparkir dalam Gigi Posisi Tidak Netral

Kekeliruan mengoperasikan mobil manual juga terjadi saat memarkirkan mobil. Memasukkan gigi saat parkir, terutama dalam waktu lama, dianggap ampuh menahan mobil agar tidak bergerak. Beberapa pengemudi lebih memilih langkah ini dibandingkan menggunakan rem tangan sesuai fungsinya.

Langkah ini dianggap keliru karena berpotensi membuat mobil “loncat” atau shock saat di- starter. Lagipula, ada beberapa pengemudi yang abai mengecek posisi tuas persneling saat parkir. Apabila kekeliruan ini dibiarkan, hal ini malah berujung pada kecelakaan maupun kerusakan transmisi.

4. Masuk Gigi 2 saat Start

Barangkali Anda sedang diburu waktu agar berangkat, sehingga tidak sadar melakukan kekeliruan ini. Ya, berpindah ke gigi 2 langsung setelah starter mobil akan membuat beban mobil bertambah.

Tentu cara menghidupkan mesin dengan cara seperti ini sangat tidak disarankan. Selalu pindahkan gigi secara bertahap dan halus. Kebiasaan ini akan membuat mesin mobil terhindar dari kerusakan fatal.

5. Memakai Gigi Tinggi padahal RPM Rendah

Kekeliruan ini lahir karena adanya mitos bahwa kombinasi gigi tinggi dan RPM rendah bisa menghemat bahan bakar. Masalahnya, mitos itu tidak benar. Kekeliruan ini malah berujung pada kerusakan kendaraan.

Jika Anda menggunakan gigi tinggi, gear ratio yang dihasilkan lebih tinggi, sehingga mesin bekerja lebih keras. Gigi yang lebih tinggi masih memungkinkan mesin berada pada RPM yang lebih rendah, meski kecepatannya lebih tinggi. Mengemudi dengan kecepatan lebih lambat disertai gigi tinggi justru memberikan tekanan besar pada mesin.

6. Memasukkan Gigi Mundur saat Masih Bergerak Maju

Kekeliruan terakhir membuat transmisi manual mobil Anda jadi cepat rusak. Anda jangan langsung memindahkan ke gigi mundur saat mobil masih bergerak maju.

Lakukan perpindahan gigi mundur jika mobilnya benar-benar berhenti bergerak. Kondisi ini juga menghalau munculnya suara berdecit yang kasar dan mengganggu.

Gaya mengemudi yang salah bisa berdampak pada mekanisme kopling manual. Salah satunya dengan menginjak setengah pedal kopling atau selalu menempelkan kaki kiri di pedal kopling dapat mempercepat usia dari kampas kopling.

Lantas bagaimana tips mengemudi mobil transmisi manual yang baik? Pelajari fitur kendaraan terlebih dahulu khususnya pemindah gigi transmisi. Arah pindah gigi dari 1 sampai 5 dan gigi mundur yang biasa tertulis huruf R. Karna tidak semua tipe mobil sama.

Bahkan posisi tuas transmisi beberapa mobil berbeda baik posisi, arah pemindah gigi maupun cara memindahkannya. Dan pastikan saat setiap melakukan memindahkan posisi gigi selalu menginjak pedal kopling secara sempurna.

Saat kendaraan berjalan hindari salah satu kaki pengemudi menempel pada pedal kopling karena sedikitnya dapat menekan release bearing pada kopling sehingga tenaga mesin tidak dapat diteruskan sempurna ke roda penggerak dan dapat juga memperpendek usia kampas kopling.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: auto2000.co.id

Comments
Loading...