Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kena Aturan Arab Saudi, Separuh Calhaj Asal Karanganyar Gagal Terbang ke Tanah Suci

Ilustrasi. Manasik haji. (Dok/MURIANEWS).

MURIANEWS, Karanganyar — Aturan Pemerintah Arab Saudi yang menyaratkan jemaah haji maksimal berusia 65 tahun berdampak pada jemaah calon haji (Calhaj) asal Karanganyar. Pasalnya, merujuk aturan tersebut, 50 persen Calhaj yang harusnya berangat tahun ini gagal naik haji.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar, Wiharso mengatakan, saat ini, dari catatan yang ada, terdapat 800 calhaj yang harusnya berangkat tahun ini. Hanya saja, karena aturan pembatasan usia, separuh di antaranya tak bisa terbang ke Tanah Suci.

Baca: Dua Tahun, 1.175 Calhaj Asal Sragen Tertunda Berangkat ke Tanah Suci

“Dari 800-an jemaah calon haji tahun 2020, hanya 400-an saja yang dijatah naik haji pada tahun ini. Usianya kurang dari 65 tahun,” kata Wiharso Seperti dikutip Solopos.com, Selasa (26/4/2022).

Wiharso menjelaskan, jatah pemberangkatan hanya separuh merupakan imbas dari kebijakan pembatasan jemaah haji oleh Kerajaan Arab Saudi. Ia pun meminta jemaah yang tak lolos skrining supaya bersabar sekaligus berdoa supaya Arab Saudi memberi kelonggaran lebih pada musim haji tahun depan.

“Kami sudah menjelaskan ke jemaah haji agar bersabar. Mudah-mudahan tahun depan bisa berangkat,” tuturnya.

Ia pun mengakui akan muncul banyak persoalan terkait pembatasan usia tersebut. Salah satunya persoalan jika pasangan suami istri yang berbeda usia.

Baca: Kemenag Grobogan Masih Menunggu Kepastian Kuota Calon Haji

Misalkan sang suami atau istri usia di atas 65 sedangkan pasangannya usia di bawah itu. Mereka sudah berencana berangkat haji bersama. Karena aturan ini, salah satu tidak bisa berangkat.

“Kami menyerahkan ke pasangan suami istri itu bisa berembuk apakah tetap berangkat bagi yang bisa, ataukah menunda dulu dua-duanya. Yang jelas enggak bisa berangkat berdua,” katanya.

Saat ini, Wiharso mengatakan calhaj Karanganyar memperbaharui persyaratan administrasi keberangkatan seperti paspor. Mereka juga sudah disuntik vaksin meningitis yang masa berlakunya dua tahun.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...