Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

KH Zulfa Mustofa: Perdalam Agama Ya di Pesantren, Bukan Youtube

KH Zulfa Mustofa Waketum PBNU saat mengisi Darusan Umum Pengajian Pitulasan Menara Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Masyarakat baiknya harus pintar memilah tempat yang akan jadi sarana belajar ilmu agama. Baiknya memperdalam ilmu agama dilakukan di pesantren bukan dari Youtube.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhlatul Ulama (PBNU) KH Zulfa Mustofa dalam acara Darusan Umum Pengajian Pitulasan Menara Kudus di malam ke 24 Ramadan 1443 H atau Senin (22/4/2022) malam.

“Kalau kita mau belajar ilmu agama ya harus di pesantren tempatnya, kalau menurut saya,” kata KH Zulfa Mustofa.

Baca: Ada Pesan Khusus Mbah Arwani dari Mushaf Pojok Menara Kudus

Ia tak menyarankan untuk mendalami agama dari luar pesantren. Terlebih, dari Youtube yang saat ini tengah menjadi tren.

Namun hal tersebut diperbolehkan jika mau menambah ilmu agama.

“Jangan kemudian belajar bukan dari pesantren. Sekarang itu kan banyak orang yang ngaji itu jika ada kiai, ustaz, mubaligh yang sedang trending di Youtube. Orang sekarang banyak yang ambil ilmu lewat minal youtubi la minal qutubi,” ujarnya.

Menurutnya para ulama pesantren yang banyak dari Nahdlatul Ulama (NU) dianggap sangat luar biasa. Pasalnya, para ulama tersebut terkenal dengan keluasan ilmu dan sanadnya.

“Kalau sudah bicara ini tempatnya ya di pesantren. Kalau ulama luar yang belum jelas sanadnya itu membahayakan,” jelasnya.

Baca: Duh! YouTube Ganjar Pranowo Diretas, Sempat Direname

Seorang ulama, sambung KH Zulfa, ketika luas wawasanya, luas bacaanya, luas pengalamanya, dan luas hatinya maka akan memiliki sifat yang bijaksana. Sifat bijak ternanam pada ulama-ulama terdahulu.

“Ketika orang tersebut telah memiliki ilmu yang luas dan bijaksana, salah satu cirinya yakni sedikit sekali beliau ingkar atau tidak mudah menyalahkan orang,” imbuhnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...