Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

INFO ACEH

Tiga Ekor Harimau Sumatera Mati Diduga Terkena Jerat Babi

Tiga Ekor Harimau Sumatera Mati Diduga Terkena Jera Babi
petugas nampak memasang garis polisi di sekitar bangsa harimau sumatera (istimewa)

MURIANEWS, Aceh Timur- Sebanyak tiga ekor Harimau Sumatera ditemukan sudah tidak bernyawa di sekitar perkebunan sawit di Aceh Timur, Aceh. Bangkai satwa dilindungi itu ditemukan di dua lokasi yang berdekatan.

Diduga, harimau tersebut terjerat jebakan babi yang sengaja dipasang oleh warga untuk menangkab babi dari kawasan perkebunan. Namun, yang terjerat justru harimau.

Kapolsek Serbajadi Iptu Hendra Sukmana mengatakan, jumlah harimau yang terjerat tangkapan babi itu ada tiga ekor.

“Jumlah harimau yang mati diduga akibat terkena jerat sebanyak tiga ekor. Dua bangkai di satu lokasi kemudian satu lagi ditemukan sekitar 500 meter dari bangkai pertama,” katanya, dikutip dari detik.com, Selasa (26/4/2022).

Penemuan bangkai harimau itu berawal dari informasi disampaikan tim Forum Konservasi Lauser (FKL). Tim tersebut awalnya menemukan dua bangkai harimau betina dan jantan yang mati berdempetan, Minggu (24/4).

Baca: Karyawan Meninggal Diterkam Harimau, Serulingmas Zoo Banjarnegara Ditutup

Setelah adanya informasi, tim gabungan meluncur ke lokasi dan melihat kedua satwa itu terkena jerat. Hendra menjelaskan, jerat tersebut terbuat dari kawat tebal dan diduga dipakai untuk menjerat babi.

“Dugaan sementara harimau tersebut mati terkena jeratan babi, karena saat ditemukan kondisi kaki kedua harimau tersebut terjerat dengan jenis jerat kawat tebal,” jelas Hendra.

Dia menambahkan, sejumlah petugas gabungan kemudian mengamankan lokasi sambil menunggu tim identifikasi dari Satreskrim Polres Aceh Timur serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Beberapa personel melakukan penyisiran sekitar lokasi.

Pada malam hari, petugas kembali menemukan satu bangkai yang juga terkena jerat. Hendra menyebut, ketiga bangkai harimau itu ditemukan di hutan sekitar perkebunan sawit milik salah satu perusahaan.

“Kita masih menyelidiki temuan bangkai harimau tersebut,” jelasnya.

Dia mengimbau masyarakat Aceh Timur tidak memasang jerat dengan alasan apapun. Hal itu, katanya, dapat membahayakan satwa dilindungi.

“Pelanggar dapat dikenai sanksi sesuai Pasal 40 Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,” ujarnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: detik.com

Comments
Loading...