Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO JATENG

Ganjar Ungkap Ada 78 Perusahaan di Jateng Belum Bayar THR, Ada yang dari Kudus

Ilustrasi

MURIANEWS, Semarang – Sebanyak 78 perusahaan di Jateng dilaporkan belum membayar Tanjungan Hari Raya (THR) kepada karyawan. Dari jumlah tersebut beberapa di antaranya ada yang berasal dari Kudus.

Hal itu diketahui dari Instagram Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, @ganjar_pranowo, Senin (25/4/2022). Dalam unggahan Ganjar menyebutkan jumlah itu merupakan jumlah total dari awal Ramadan hingga hari ini, Senin.

Baca: 4.302 THL Pemkab Sragen Tak Dapat THR, Termasuk Guru Honorer

“Sejak awal Ramadan saya membuka posko pelaporan THR. Dan sampai hari ini dari laporan yang masuk, ada 78 perusahaan yang terlapor belum membayarkan THR kepada karyawannya,” ungkap Ganjar seperti dilansir dari Solopos.com.

Ganjar pun meminta kepada para pengusaha untuk segera membayar THR karyawan. Ini karena para pekerja merupakan tulang punggung keluarga.

”Temen-temen pengusaha, tolong kerja samanya, segera bayar THR temen-temen pekerja. Mereka adalah tulang punggung dan hidup matinya usaha panjenengan,” lanjutnya.

Orang nomor wahid di Jateng ini memerinci 78 perusahaan yang belum membayar THR kepada karyawan antara lain berada di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Magelang, Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Kendal, Kabupaten Kudus, dan lainnya.

Baca: Terima Bantuan Kesejahteraan, Belasan Ribu Guru Agama di Pati Semringah THR-nya Nambah

Kota Semarang menjadi wilayah dengan perusahaan terbanyak yang belum membayarkan THR. Rata-rata perusahan yang belum membayar THR bergerak di bidang garmen, outsourching, rumah sakit, tranportasi, ekspedisi dan lainnya.

”Jika sampai tanggal 26 April belum dibayarkan, akan saya terjunkan tim Pengawas Ketenagakerjaan ke perusahaan panjenengan,” tegas Ganjar.

Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan perusahaan di Jateng yang tidak membayar THR setelah ada dua kali nota pemeriksaan, akan dikenakan sanksi administratif dan denda 5%. Setelah disanksi pun, perusahaan masih tetap wajib membayar THR.

”THR kepada pekerja tetap wajib dibayarkan. Ini bukan ancaman. Tapi mengingatkan kewajiban yang harus dilakukan agar usaha panjenengan semakin berkah dan berkembang,” tutup Ganjar.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...