Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Swalayan di Kudus Mulai Alami Lonjakan Pengunjung

Suasana lantai ADA Swalayan Kudus beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sejumlah swalayan dan pasar modern di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai mengalami lonjakan pengunjung sepekan menjelang hari raya Idulfitri tahun 2022 ini. Salah satunya adalah di ADA Swalayan Kudus.

Pengelola mencatat kenaikan pengunjung hingga 30 persen dibanding hari-hari biasanya, sehingga aktivitas jual beli turut mengalami peningkatan.

“Puncak awal kunjungan pembeli sebenarnya sudah terjadi di Sabtu dan Minggu akhir pekan kemarin, namun kepadatan pengunjung diprediksi tetap ada di tujuh hari ini menjelang Lebaran,” kata Store Manager ADA Swalayan Kudus Setyowati, Selasa (25/4/2022).

Untuk barang yang paling laku terjual, lanjut dia, yakni pakaian dan busana muslim wanita, serta aneka jajan, sirup, dan biskuit Lebaran baik home made maupun pabrikan. Sementara untuk pakaian dan busana muslim pria cenderung masih stabil.

Baca: Ratusan Bus AKAP di Kudus Diklaim Sudah Laik Jalan

Walau demikian, Setyo menuturkan jika kenaikan profit penjualan yang didapat bisa dibilang sama dengan tahun lalu. Bila ada kenaikan, naiknya hanya satu digit saja dalam persentase.

Selain karena masih dalam masa pandemi Covid-19, hal lainnya adalah karena ada beberapa barang yang penjualannya kurang maksimal padahal permintaan pasar sedang tinggi-tingginya.

Dia mencontohkan komoditas minyak goreng dan gula pasir. Permintaan dua barang tersebut sebenarnya tinggi, namun karena ada gejolak harga dan kelangkaan, akhirnya penjualannya kurang maksimal.

Selain di dua komoditas itu, komoditas lainnya seperti biskuit kaleng pabrikan juga mengalami penurunan penjualan dikarenakan kurangnya pasokan dari distributor. Padahal permintaan bisa dibilang sangat tinggi.

“Jadi tidak semua permintaan bisa kami penuhi, kalau biskuit paling kami hanya bisa memenuhi sekitar 70 persen permintaan saja, karena dari perusahaannya semacam membatasi jumlah pengiriman, tapi alasannya apa kami kurang tahu,” sambungnya.

Baca: Nenek Penjual Lampion Lebaran di Kudus Ngeluh Sepi

Sebagai antisipasi lonjakan pembeli lagi, ADA Swalayan Kudus telah mengaktifkan puluhan mesin kasirnya. Yang paling banyak memang berada di bagian bahan pokok dan supermarket makanan.

“Di sana ada 24 kasir kami siap sediakan terus agar pengunjung ini nyaman dan enak belanjanya, kami juga menugaskan Satgas Covid-19 untuk mengurai kerumunan dan menegakkan protokol kesehatan di kalangan pengunjung, tak lupa kami juga memasang PeduliLindungi,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...