Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jelang Lebaran, Daging Sapi Hingga Telur Ayam Melejit di Karanganyar

Ilustrasi. Pedagang daging sapi dan ayam saat melayani pembeli. (Dik. MURIANEWS)

MURIANEWS, Karanganyar — Menjelang Lebaran 2022 sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Karanganyar melejit. Bahkan, kenaikannya berkisar dari Rp 6 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram. Sejumlah komoditas tersebut di antaranya daging ayam, sapi, dan telur ayam.

Untuk harga daging ayam potong dari Rp 34 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Kemudian lonjakan harga juga terjadi pada daging sapi super. Jika sebelumnya daging sapi super dijual di harga Rp 120 ribu per kilogram, saat ini naik menjadi Rp 130 ribu.

Baca: Mau Lebaran, Harga Daging Sapi di Jepara Meroket

Sedangkan untuk daging sapi biasa masih berada di harga Rp 115 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram. Sedangkan untuk harga telur, dari sebelumnya Rp 24 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

Melansir Solopos.com, Anik (40), pedagang daging sapi di Pasar Jungke mengatakan kenaikan harga daging sapi mulai terjadi sejak dua hari lalu. Kenaikan terutama untuk daging sapi super.

“Kenaikan diperkirakan hingga satu hari menjelang Lebaran mendatang,” katanya, Senin (25/4/2022).

Hal senada disampaikan Mugiono (45), pedagang daging sapi Pasar Jungke. Ia menyebut kenaikan harga ayam potong sudah terjadi sejak sebelum Ramadan. Kemudian sempat turun pertengahan Ramadan dan kini mulai naik menjelang Lebaran nanti.

“Sudah tiga hari terakhir naiknya,” kata dia.

Baca: Harga Daging di Kudus Merangkak Naik

Menurutnya, harga ayam potong ini kemungkinan bakal terus naik hingga Lebaran. Saat ini harga daging ayam mencapai Rp 40 ribu per kilogram atau naik Rp 6 ribu per kilogram. Kenaikannya secara bertahap rata-rata Rp 1.000 per hari. Terjadinya kenaikan harga daging ayam potong membuat omset penjualannya menurun.

“Pembeli berkurang,” katanya.

Mengenai pasokan ayam potong, Mugiono mengaku sampai saat ini lancar. Ia tidak tahu penyebab kenaikan harga ayam potong. “Pasokan lancar, tapi dari sananya harga sudah naik,” tuturnya.

Baca: Ini Manfaat Daging Kalkun yang Masih Jarang Diketahui

Pengawas Perdagangan Ahli Muda Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Eko Supriadi, menyampaikan hasil monitor harga bahan pangan di pasar tradisional, ada sejumlah komoditas yang mengalami lonjakan.

“Yang terpantau naik yakni daging ayam potong, sapi dan telur ayam,” katanya.

Sedangkan untuk komoditas lain cenderung stabil. Seperti harga beras yang masih berada diangka Rp 10 ribu hingga Rp 12.500 per kilogram. Sedangkan harga gula pasir Rp 13.500 per kilogram.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...