Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Nenek Penjual Lampion Lebaran di Kudus Ngeluh Sepi

Penjual lampion di Kudus, Kusniyah menata lampion di lapaknya, Senin (25/4/2022). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Menjelang Lebaran Idulfitri, banyak pelaku usaha yang kebanjiran pesanan. Namun ini tak berlaku bagi penjual lampion Lebaran di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Penjual lampion Lebaran Kusniyah, lantaran penjualan lampionnya kali ini sepi. Menurutnya, Ramadan tahun lalu penjualan lampionnya lebih ramai.

Kusniyah berjualan lampion sejak Jumat (15/4/2022) lalu. Dia berjualan di Jalan Sunan Kudus, Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Dia biasa menawarkan lampionnya di sebelah timur Kali Gelis, Kudus mulai pukul 09.00 WIB sampai 21.30 WIB.

Baca: Lampion di Kelenteng Kudus Ini Dipasang Setahun Penuh, Ini Tujuannya

Perempuan 60 tahun itu mengaku tahun lalu masih mendapatkan pesanan 150 lampion. Selain itu tahun lalu pihaknya masih dapat menjual 20 lampion sampai 25 lampion sehari.

“Kalau tahun ini cuma bisa jual 15 lampion saja per hari. Di tahun ini juga tidak ada pesanan” katanya, Senin (25/4/2022).

Dia menjual satu lampion seharga Rp 20 ribu. Produk lampion yang dijualnya berbentuk masjid, kapal, mobil, dan karakter hello kitty.

“Semua lampion di sini harga Rp 20 ribu. Keseluruhannya menggunakan lampu. Tidak menggunakan lilin,” sambungnya.

Baca: Pengusaha Kue di Kudus Banyak Orderan Tapi Untung Sedikit

Dia berencana berjualan hingga malam takbir mendatang. Dalam sehari dia memperoleh uang Rp 300 ribu dari hasil penjualan lampion.

“Kalau ramai biasanya bisa dapat uang Rp 500 ribu. Harapannya ya bisa terus ramai,” imbuhnya.

Sementara itu salah seorang pembeli lampion, Kusmiyati mengaku membeli lampion untuk anaknya. Dia mengaku biasa membeli di lapak Kusniyah setiap tahunnya.

“Sudah sering beli di sini. Ini membelikan anak buat takbiran,” jelasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...