Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Terancam Tak Bisa Gunakan Stadion Joyokusumo, Persipa Pati Pusing

Persipa Pati
Ketua Umum Persipa Pati Joni Kurnianto. (MURIANEWS/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Ketua Umum Persipa Pati Joni Kurnianto mengaku pusing lantaran Persipa terancam tidak bisa menggunakan Stadion Joyokusumo sebagai home base laga kandang di Liga 2 mendatang. Pihaknya sampai saat ini belum memikirkan alternatif stadion di luar Kabupaten Pati.

Sebelumnya, verifikator stadion dari PSSI menyambangi Stadion Joyokusumo, Jumat (22/4/2022) lalu. Mereka didampingi jajanan pengurus Persipa Pati, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) abupaten Pati, Arief Wahyudi dan Kabag Keolahragaan Disporapar Pati.

Dalam kesempatan itu, pihak DPUTR maupun Diporapar Kabupaten Pati belum bisa menunjukkan sertifikat rumput dari FIFA. Ini membuat Persipa Pati terancam tidak bisa berlaga di Stadion Joyokusumo dalam kompetisi Liga 2.

BACA JUGA: Persipa Pati Terancam Tak Berhome Base di Stadion Joyokusumo

“Kita tunggu (sertifikat FIFA) itu bisa nggak memenuhi. Jadi memang persyaratan Liga 2 rumput sintetis harus ada sertifikat dari FIFA. Kita ndak ada. Makanya kemarin kami juga panggil Pak Arief dari DPUTR, Mas Kardi dari Diporapar,” ujar Joni, Senin (25/4/2022).

Joni mengungkapkan saat dibangun, rumput Stadion Joyokusumo disebut berstandar FIFA. Maka dari itu, ia meminta DPUTR maupun Diporapar untuk mengurus sertifikat ini. Pihaknya tidak mau renovasi rumput Stadion Joyokusumo yang menelan biaya tak sedikit menjadi sia-sia.

“Harus segera diurus. DPUTR panggil kontraktor nya. Gimana rumputnya kog ndak standar FIFA bagaimana. (Kalau ndak bisa menunjukkan sertifikat) berarti menyalahi kontrak. Dalam kontrak katanya standar FIFA. Pemkab harus menanyakan itu,” ungkap dia.

“Harus diselesaikan DPUTR itu. Jangan menghabiskan uang banyak tetapi ndak bisa untuk main kan lucu. Kita juga belum tahu (home base Persipa) ini. Kita juga pusing akhirnya. Gara-gara seperti ini,” tambah Joni.

Penggantian rumput sintetis di Stadion Joyokusumo, dilakukan pada tahun 2020 lalu. Kegiatan ini memakan anggaran sekitar Rp8,7 miliar. Waktu itu, seharusnya anggaran kegiatan di Stadion Joyokusumo nilainya sebesar Rp19,99 miliar.

Namun karena adanya refocusing anggaran untuk penanganan virus corona, anggaran ini dipangkas dan hanya menyisakan Rp8,7 miliar.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Budi Erje

Comments
Loading...