Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Qari Internasional Beberkan Kunci Bacaan Alquran Agar Menyentuh Hati

Menara Bertilawah yang menghadirkan qari-qari international. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Melantunkan Alquran selain memberikan pahala tetapi juga bisa menenangkan dan menyentuh hati pembaca dan pendengarnya. Terlebih jika ayat-ayat Alquran dilantunkan indah oleh seorang qari.

Menurut para qari internasional yang hadir dalam Menara Bertilawah, Masjid Menara Kudus, Minggu (24/4/2022) malam tadi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melantunkan Alquran.

Mereka yakni KH Furqonudin Al Hijazi, KH Mu’min Aenul Mubarok dan KH Dede Syamsudin yang dalam kesempatan itu juga melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dengan suara merdunya.

KH Mu’min Aenul Mubarok mengatakan, membaca Alquran yang bisa menyentuh hati pendengarnya sebenarnya tak hanya menggunakan bacaan qiraah saja.

Baca: Mensyukuri Nikmat sebagai Manusia Ala KH M Aniq Muhammadun

Melainkan, bacaan sehari-hari yang biasanya dilantunkan ketika membaca Alquran, juga bisa menyentuh.

“Bacaan sehari-hari bisa berasa kalau bacanya dengan baik dan benar. Karena jika seseorang ingin bagus baca Alquran baik untuk tilawatil quran ataupin salat, harus menguasai ilmu-ilmunya seperti ilmu tajwid, ilmu fashahah, ilmu aswad atau ilmu suara, dan ilmu naghamnya,” katanya.

Bacaan Alquran, lanjutnya, harus dibawakan dengan langgam yang sesuai, yakni dengan dialeg atau lagam arab. Tidak diperkenankan, menggunakan lagu-lagu diluar arab, sekalipun mesti tidak menyalahi ilmu tajwidnya.

“Sangat tidak dinginkan adanya segolongan orang baca Alquran dengan lagam-lagam yang mengikuti lagam artis atau penyanyi. Itu sangat tidak diharapkan. Karena Alquran punya gaya, punya ruhnya sendiri setiap bahasa punya makna dan punya khasnya sendiri,” ungkapnya.

Baca: Gus Baha Ceritakan Betapa Cintanya Muhammad Pada Umatnya

Sementara KH Dede Syamsudin menambahkan, setiap orang bisa menjadi seorang qari dengan memperhatikan cara membacanya dengan baik. Qari sendiri berarti pembaca.

“Dan setiap membaca Alquran, insyaallah menjadi ibadah. Membaca Alquran itu sama kita seperti bercakap dengan gusti Allah,” ujarnya.

Oleh karenanya, istikamah dalam membaca Alquran di kehudpan sehari dengan baik dan benar perlu dipertahankan.

“Maka dari itu semoga kita semua dijadikan oleh allah orang orang yang selalu istiqamah membca alquran dengan baik dan benar. Dan menjadikan pedoman untuk kehidupan menjadi manusia yang bertakwa,” imbuhnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...