Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

TAUSIYAH RAMADAN

Menjadi Manusia yang Diridai Allah

Manusia yang Diridhoi Allah
Moh Arifin, Ketua STAIG Grobogan

Manusia yang bertakwa menjadi orang yang otomatis mendapat rida Allah SWT. Sebab, dia melakukan hal-hal yang diperintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Orang ini hanya melakukan hal yang sesuai dengan perintah Allah SWT.

Dalam melakukan perintah Allah SWT itu, tentu banyak yang tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsu manusia. Bahkan, boleh jadi hal yang diridai Allah SWT itu sesuatu yang sama sekali tidak kita sukai. Hal itu sesuai dengan Firman Allah SWT:

وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Artinya: Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Qur’an: Surat Al Baqoroh ayat 216).

Baca:Ngaji NgAllah Suluk Maleman: ‘Puasa Mengajari Kita Orientasi Kehidupan’

Sesama manusia tidak bisa benar-benar menilai apakah perbuatan seseorang itu diridai Allah SWT atau tidak. Sebab, rida Allah SWT adalah sesuatu yang rahasia dan hanya Dia sendiri yang mengetahui.

Seseorang, dalam menjalankan ibadah, hendaknya benar-benar hanya ditujukan kepada Allah SWT. Sama sekali tidak ada niatan untuk pamer atau agar dipuji oleh sesama manusia. Sehingga, ibadahnya benar-benar mencari rida-Nya, bukan karena manusia.

Ketika salat, sedekah, haji, harus dilakukan dengan ikhlas. Menunaikan haji jangan berniat karena para tetangga sudah banyak yang haji. Tetapi, memang karena sudah mampu, dan ingin mencari rida Allah SWT.

Pada akhirnya adalah ikhlas. Ketika segala sesuatu dilakukan dengan ikhlas, insyaallah rida Allah SWT juga akan diraih.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...