Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

TAUSIYAH RAMADAN

Puasa Bukan Alasan Tak Produktif

Ketua Umum Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Rembang, Mahmud Wildan Taufik. (MURIANEWS/Dok.Pribadi)

Allah SWT memerintah kepada umat Islam untuk berpuasa pada bulan Ramadan. Ini berdasarkan QS Al-Baqarah: 183.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183)

Di dalam ayat ini, ibadah puasa ditujukan untuk umat Islam yang beriman. Maka pelaksanaan puasa harusnya timbul dari hati. Puasa harus dijalani dengan ikhlas. Aktivitas sehari-hari seharusnya tidak menjadi hambatan untuk menjalankan ibadah wajib ini.

Baca: Tebar Kebaikan di Bulan Ramadan

Tidak ada alasan apapun bagi orang yang beriman untuk menghambat kegiatan. Jangan jadikan pekerjaan alasan untuk tidak puasa. Atau sebaliknya. Jangan jadikan puasa alasan untuk tidak produktif bekerja.

Justru, puasa seharusnya menambah semangat untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dan ibadah lain secara bersamaan. Lantaran Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat di bulan Ramadan.

Seperti hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya:

“Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan, barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan 70 kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadan.” (HR. Bukhari-Muslim).”

Bekerja pun bisa menjadi ladang pahala bila diniatkan ikhlas karena Allah SWT. Tulus karena menunaikan kewajiban memberikan nafkah kepadamu keluarga.

Salah satu amalan yang disukai Allah adalah jihad fi sabilillah. Jihad fi sabilillah ini tidak semata-mata berperang. Membawa nafkah untuk keluarga juga jihad fi sabilillah, jihad untuk keluarga.

Maka barang siapa yang berjihad di jalan Allah, di satu sisi mencari nafkah untuk keluarga, maka  derajatnya akan ditinggikan dan pahalanya dilipatgandakan.

Puasa tidak menjadi beban untuk beraktifitas sehari-hari. Puasa bisa menambah keimanan dan ketaqwaan kita. Dengan puasa yang sungguh-sungguh, seseorang akan menjadi lebih baik.

Tingkat ibadah serta aktivitas di bulan Ramadan ini. Apalagi di sepuluh hari bulan Ramadan yang penuh ampunan, rahmat dan hidayah ini. Di sepuluh hari terakhir bahkan Nabi Muhammad SAW mengencangkan sarungnya.

Beliau sangat sedih sekali apabila bulan Ramadan ini tidak digunakan dengan sebaik-baiknya. Maka manfaatkan lah bulan ini dengan ibadah. Janganlah sia-siakan bulan ini.

Berpuasa lah dengan ikhlas. Sehingga di akhir bulan Ramadan, kita bisa menang melawan hawa nafsu, menang melawan godaan-godaan, sehingga Allah SWT meningkatkan derajat kita.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...