Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jubede, Camilan Unik Khas Sumenep yang Cocok Disajikan saat Lebaran

Jubede, Camilan Unik Khas Sumenep yang Cocok Disajikan saat Lebaran
Foto: Pembuatan jubede khas Sumenep (sinergimadura.com)

MURIANEWS, Kudus– Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tak hanya dikenal dengan panorama alamnya yang menawan. Namun, kabupaten di ujung timur Pulau Madura ini  juga punya banyak kuliner khas.

Salah satunya adalah camilan unik yang bernama jubede. Kuliner ini berupa camilan dengan rasa manis yang dibuat sedemikian rupa dan bentuknya cukup unik.

Melansir dari NU Online Jatim, Selasa (19/4/2022), jubede ini bentuknya imut sekitar telunjuk jari, diikat tali dari bahan pelepah daun aren. Cemilan ini sangat unik dan mengundang perhatian kala disajikan saat Lebaran.

Baca juga: Mencicipi Bakdabak, Camilan Khas Sumenep Madura

Jika berminat untuk menyicipi kuliner ini, langkah pertama yang harus dilakukan ya berkunjung ke Sumenep. Pasalnya, kuliner ini hanya dijual di sana, khususnya di Pasar Kapedi, sebelum memasuki  Kota Sumenep.

Bila penasaran dan ingin mengetahui lebih jauh tentang jubede, bisa datang ke sentra pembuatannya di Dusun Blajut, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan.

Salah satunya adalah Jazilah. Dirinya menceritakan, jubede sudah dikenal masyarakat sejak zaman dahulu. Dia mengaku sebagai generasi kelima pembuat camilan jubede. Sebab, berdasar cerita ke cerita, nenek moyangnya sudah terbiasa membuatnya.

Cara Membuat

Untuk membuat jubede, sebenarnya terbilang mudah. Bahan-bahan yang dibutuhkan juga mudah didapat. Yakni, air nira, tepung jagung, tepung tapioka, dan gula pasir. Bahan-bahan tersebut dicampur dengan takaran satu banding satu.

Tepung jagung dan tapioka dicampur dan dimasukkan ke dalam rebusan air nira sampai larut. Kemudian ditambah gula pasir. Kalau tepungnya satu kilo, gula pasirnya juga satu kilo.

Setelah larut, campuran tepung dan air nira didinginkan dan dijemur di terik matahari. Butuh sekitar dua hari agar jubede benar-benar kering dan bisa diedarkan ke masyarakat. Jika di musim hujan, pengeringan bisa sampai tiga atau empat hari.

Untuk perebusannya sekitar tiga jam. Cara bikinnya hampir mirip bikin dodol, cuma lebih encer.

Meski dibuat dari bahan tepung tapioka dan tepung jagung, tapi rasa yang dominan pada jubede tetap gula merah. ”Rasa jagungnya hilang. Tinggal aroma gula merahnya yang kental terasa,” papar Jazilah.

Kini camilan unik ini dapat dijumpai di sejumlah minimarket dalam kemasan yang dibungkus mika. Dengan demikian, tampilannya juga cukup menarik dan lebih menggugah selera. Rasa yang ditawarkan pun berbeda tidak hanya sekadar manis, ada rasa pedas jahe dan hangat di kerongkongan saat jubede ditelan.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: jatim.nu.or.id

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.