Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Proyeknya di Karimunjawa Jepara Dihentikan, Ini Kata Pengembangnya

Proyeknya di Karimunjawa Jepara Dihentikan, Ini Kata Pengembangnya
Lokasi proyek The Start Up Island di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Proyek The Start Up Island di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah resmi dihentikan sementara oleh pemerintah setempat.

Itu setelah Pemerintah Kabupaten Jepara melayangkan surat tentang penghentian sementara pembangunannya. Surat bernomor 640.1/1577 itu ditandatangani Sekda Jepara Edy Sudjatmiko atas nama Bupati Jepara Dian Kristiandi.

Surat tertanggal 18 April 2022 itu dialamatkan kepada PT Levels Hotel Indonesia yang berada di Denpasar, Bali.

Baca: Pemkab Jepara Surati Pengembang, Proyek Hunian WNA di Karimunjawa Resmi Dihentikan

Atas surat itu, PT Levels Hotel Indonesia angkat bicara. Humas PT Levels Hotel Indonesia, Sururi Mujib, mengaku belum menerima surat pemberhentian sementara itu.

“Belum, kami belum terima. Mungkin memang belum sampai,” kata Sururi, saat dihubungi MURIANEWS lewat sambungan telepon.

Soal pemberhentian sementara itu, Sururi mengatakan tak begitu mempermasalahkannya. Sebab, pihaknya masih bersikap untuk mengikuti regulasi pemerintah yang ada.

“Kami jalan sesuai regulasi yang ada. Itu kan, sudah ada aturannya semua,” imbuh Sururi.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa sampai saat ini masih terdapat beberapa persyaratan dokumen perizinan yang belum dimiliki oleh PT Levels Hotel Indonesia.

Dokumen-dokumen itu yaitu dokumen lingkungan dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta Sertifikat Layak Fungsi (SLF).

Terkait hal itu, Sururi menyebut pada 17 Maret 2022 lalu, pihaknya sudah memproses pengajuan izin PBG dan SLF. Namun, sampai saat ini proses itu belum usai dan izin belum keluar.

“Proses pengurusan izin terus kami lengkapi dan lakukan. Tapi memang sampai sekarang itu masih berproses,” jelas Sururi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...