Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Delapan Ribu Lebih Petani Jepara Tak Punya Kartu Tani

Delapan Ribu Lebih Kartu Tani di Jepara Belum Terdistribusi

Bupati Jepara Dian Kristiandi bersama stake holders terkait membahas persoalan kartu tani. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Belum semua petani Jepara punya kartu tani. Tercatat ada 8.342 kartu tani di Jepara belum didistribusikan. Akibatnya, petani itu belum bisa menikmati pupuk bersubsidi.

Itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Zamroni Leistiaza saat rapat mengenai pupuk bersubsidi di ruang rapat bupati Jepara, Senin (18/4/2022).

“Faktanya memang masih ada 8.342 kartu tani yang belum terdistribusi. Dan ini sedang kita genjot pendistribusiannya,” kata Zamroni.

Baca: Pemerintah Jepara Dinilai Tak Serius Garap Sektor Pertanian

Zamroni menyebut, sejauh ini sudah ada 64.736 kartu tani yang tercetak. Sedangkan, yang sudah terdistribusi baru 56.394 kartu.

Pihaknya mengemukakan, salah satu permasalahan pendistribusian kartu tani yaitu di Bank BRI. Sebab, sering ada keterlambatan pendistribusian kartu tani yang bersumber dari Bank BRI pusat.

Selain itu, ada pula kartu tani atas nama warga Jepara yang keliru pengirimannya. Sementara itu, untuk kesalahan pendistribusian itu, Bank BRI mesti butuh waktu untuk mengambil kartu yang salah alamat itu.

“Yang belum terdistribusikan, hari-hari ini mulai kita bagikan di desa-desa. Kalau jumlahnya tidak begitu banyak, bisa diambil di unit BRI terdekat,” ujar Zamroni.

Terkait hal ini, Bupati Jepara Dian Kristiandi, menegaskan supaya pendistribusian kartu tani itu harus segera diselesaikan. Mengingat, saat ini sudah memasuki masa tanam kedua bagi petani di Jepara.

Soal permasalahan di BRI, Andi meminta agar BRI segera mencetak kartu yang memang belum tercetak. Atau segera mengurusi dan mengambil kartu tani milik petani Jepara yang salah kirim itu.

“Saya harap kurang dari sebulan ini, atau paling tidak sebelum masuk ke masa tanam berikutnya, para petani tidak lagi kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi,” tegas Andi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.