Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ponpes di Kudus Ini Baru Tarawih Pukul Sembilan Malam, Ini Alasannya

Ilustrasi (freepik.com)

MURIANEWS, Kudus – Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’had Ar-Raudhah di Desa Kajeksan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terbiasa melaksanakan salat tarawih mulai pukul sembilan malam.

Ini berbeda dengan kebiasaan muslim lainnya yang langsung salat isya dan tarawih usai dikumandangkannya azan. Ternyata kebiasaan di pondok ini terinspirasi dari sosok Habib di negara Yaman.

Pengasuh Pondok Pesantren Ma’had Ar-Raudhah, Kudus, Habib Idrus Muhammad bin Yahya mengatakan, kebiasaan tarawih pada pukul sembilan malam meniru sang guru yang bernama Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz, pengasuh Ponpes Darul Mustofa di Yaman.

“Tarawih jam sembilan malam. Karena meniru guru saya. Ada hikmah yang besar kalau tarawih jam sembilan malam. Karena badan sudah tidak lelah dan sudah tidak kekenyangan setelah berbuka puasa,” katanya.

Baca: Tarawih lkilat Ala Ponpes di Blitar, 23 Rakaat Tidak Sampai 10 Menit

Habib Idrus menjelaskan, untuk azan isya tetap dikumandangkan sesuai waktunya, sekitar pukul tujuh malam. Namun, salat tarawih baru dimulai pada pukul 21.00 WIB.

“Setelah azan isya biasanya ada taklim sebentar sampai pukul 20.00 WIB. Kemudian istirahat sebentar. Setelah istirahat, dilanjutkan dengan tarawih pukul 21.00 WIB,” ujarnya.

Di pondok pesantren yang berdiri sejak 2018 itu juga melaksanakan kegiatan berbagi takjil. Kegiatan berbagi takjil itu dimulai pada Ramadan kelima.

“Kami juga ada kegiatan berbagi takjil. Alhamdulillah ada donatur. Semoga takjil yang kami bagikan dapat bermanfaat,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.