Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Di Kandang PDIP, Cak Nun Bilang Sekarang Presidennya Belum Tepat

Di Kandang PDIP, Cak Nun Bilang Sekarang Presidennya Belum Tepat
cak nun saat bersama dengan Puan (tangkapan layar)

MURIANEWS, Jakarta- Budayawan Muhammad Ainun Najib atau Cak nun bersama dengan Kyai Kanjeng mengisi acara kebangsaan dan kenegawaranan di Masjid At-Taufiq, di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Minggu (11/4/2022) malam. Acar tersebut disiarkan langsung melalui kanal youtube PDI Perjuangan.

Dalam ceramahnya, Cak Nun menilai bahwa ada banyak negara adikuasa yang sok ingin berkuasa, seperti Amerik Rusia dan nebara lain. Dia menilai bahwa nebara-negara tersebut jangan sopk berkuasa, sebab Indonesia merupakan bangsa dengan peradaban yang tinggi.

“Wahai Amerika, wahai Rusia, wahai semua negara yang merasa kuat dan adikuasa. Jangan pikir kalian benar benar berkuasa karena kami adalah bangsa dengan peradaban dengan skala waktu 18 generasi,” katanya,

“Sehingga ilmu kita, manajemen kita akan jauh melebihi kalian semua. Cuma sekarang masalahnya belum tepat presidennya. Gitu aja,” terangnya.

Baca: Gondelan Syafaat Kanjeng Nabi yang Pas ala Cak Nun

Pernyataan Cak Nun itu lantas mendapat riuh tepuk tangan dari peserta ceramah dan diikuti oleh Hasto. Cak Nun pun menegaskan bahwa dirinya tidak mengatakan presidennya salah, namun belum tepat.

“Saya tidak mengatakan salah loh ya. Belum tepat. Loh kalau bahasa Jawa itu ada bener, ada pener, Mbak Puan. Itu (presiden) sudah bener tapi belum pener,” ujar Cak Nun.

“Mohon maaf ya saya bukan mengkritik. saya itu penasaran dengan kebesaran Indonesia yang tidak bisa kita wujudkan,” imbuhnya.

Baca: Gondelan Syafaat Kanjeng Nabi yang Pas ala Cak Nun

Ia berharap 2024 mendatang akan ada pemimpin yang membawa kesadaran baru. Ia juga ingin pemimpin baru itu dapat membawa kelahiran Indonesia kembali.

“Aku ingin besok pagi, sebelum dan sesudah 2024 kita akan mengalami revolusi besar dari dalam diri kita. Bukan revolusi untuk menjatuhkan presiden dan penguasa. Revolusi yang akan dipimpin oleh presiden dan para sesepuh lainnya. mereka yang akan memimpin kesadaran baru. mereka akan memimpin kelahiran baru Indonesia,” imbuhnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Yotube PDI Perjuangan

Comments
Loading...