Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pasangan Mesum yang Terjaring Satpol PP Kudus Mayoritas Berusia 20 Tahun

Personel Satpol PP saat melakukan pendataan pada pasangan tak resmi yang terkema razia, Sabtu (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 20 pasangan tak resmi terjaring razia penyakit masyarakat yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus di sebuah hotel di Kecamatan Jati, Sabtu (9/4/2022) malam.

Mereka pun langsung dibawa ke kantor Satpol untuk didata dan dimintai surat pernyataan tidak melakukan perbuatan yang sama di lain hari.

Baca: Ramadan, Satpol PP Kudus Amankan 20 Pasangan Tak Resmi Ngamar di Hotel

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus Kholid Seif mengatakan, keseluruhannya dari mereka berusia sekitar 20 tahun ke atas. Sebagiannya, merupakan warga Kudus, namun ada juga yang dari luar Kudus.

“Mayoritas memang dari Kudus dan usianya sekitar 20 tahunan ke atas,” kata Kholid Minggu (10/4/2022).

Saat digerebeg, hampir semua dari pasangan tersebut sedang berduaan di kamar. Ketika sedang didata, ada pula pasangan yang ngaku akan menikah setelah lebaran ini dengan harapan tidak ikut terjaring razia.

“Ada yang ngaku begitu, saya jawab saja kalau besok lebaran mau menikah ya apa tidak sabar, apa sekarang tidak sedang beribadah. Saatnya salat tarawih kok di hotel berduaan. Ada juga yang bilang sudah ditanyakan, tapi ditanyakan apa juga saya ndak tau,” imbuh Kholid setengah tertawa.

Baca: Nekat Ngamar saat Ramadan, 3 Pasangan Bukan Suami Istri Diamankan Polres Karanganyar

Dia menambahkan, ada juga pasangan yang nglimpe petugas dengan bilang ke kamar mandi tapi malam mlipir keluar dan meninggalkan pasangan laki-lakinya.

“Itu juga ada, ada yang sepasang itu mau kabur bawa motornya, tapi semuanya sudah terdata,” ungkap Kholid.

Kholid pun memastikan tak akan tebang pilih dalam hal penindakan ini. Semua tempat-tempat yang berpotensi muncul penyakit masyarakat pun akan terus dipantau selama bulan Ramadan.

Dia, juga meminta masyarakat turut serta dalam memantau keadaan sekitarnya. Bila ditemukan keadaan yang berpotensi menimbulkan pekat, maka diharapkan untuk bisa melaporkannya ke pihak Satpol PP.

“Semua ini dilakukan agar masyarakat di Kabupaten Kudus bisa lebih khusuyuk dalam menjalankan ibadahnya di bulan yang suci ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, penindakan Satpol PP tersebut sesusai dengan penegakan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.