Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Everton Terancam Degradasi, Posisi Frank Lampard Rawan Terlempar

Frank Lampard

Menyusul hasil buruk Everton, posisi Frank Lampar rawan terlempar. (.facebook.com/franklampard)

MURIANEWS, London- Posisi Everton yang hanya berada satu setrip di astas Zona Degradasi Liga Inggris, menempatkan posisi Frank Lampard terlempar. Menyusul hasil-hasil buruk timya, pengawasan ketat mulai diterimanya dari manajemen Everton.

Frank Lampard sendiri menegaskan dirinya tidak masalah meski harus menghadapi ‘ancaman’ pemecatan di Everton, usai penampilan buruk timnya. Kini Everton dengan bentuk buruknya yang terus berlanjut telah nyata terancam degradasi.

Mantan pelatih Chelsea ini, telah menghadapi peningkatan pengawasan atas posisinya setelah hanya 67 hari bertugas. Pelatih berusia 43 tahun itu telah kehilangan delapan dari 12 pertandingan terakhirnya.

Hasil-hasil buruk itu telah menempatkan Everton, sekarang hanya satu poin di atas zona degradasi. Situasinnya menjadi semakin tidak mudah, karena Manchester United telah menanti di Sabtu (9/4/2022) di hari di Goodison Park.

BACA JUGA: Rayakan Gol Everton, Tangan Frank Lampard Sampai Cedera

Menjelang pertandingan melawan Manchester United, Frank Lampard bersikeras dia dirinya menyadari sepenuhnya tentang ancaman pemecatan yang mungkin segera datang. Namun dirinya akan selalu siap menerima semua tantangan yang datang.

“Saya menghabiskan 18 bulan di Chelsea, di mana anda selalu dua pertandingan yang harus dijalani. Di Liga Premier Anda mendaftar untuk itu, saya tidak punya masalah dengan itu. Kami adalah klub besar, orang-orang ingin membicarakannya. Kami tidak punya hak untuk tidak bertarung dengan degradasi. Tapi saya bangga untuk mengelola di sini,” ujarnya.

Menghadapi MU, Lampard kali ini meminta timnya untuk lebih ‘jahat’ setelah komentar legenda klub, Neville Southall memberikan kritiknya. Mantan pemain Everton itu menyebut ‘Saat ini kami adalah sekelompok pemain yang sangat bagus yang terlalu mudah dikalahkan’.

“Kami tentu membutuhkan (kritik) itu. Semua tim membutuhkan itu. Neville adalah legenda mutlak yang bermain di tim yang luar biasa. Kami bekerja untuk menjadi tim yang lebih baik, dengan hasil, kinerja, mentalitas yang lebih baik. Ketika pemain hebat mengatakan hal-hal seperti itu – itu tantangan yang bagus. Kita harus dikendalikan dan ‘jahat’ jika itu kata yang tepat,” tegasnya.

Penulis: Budi Erje
Editor: Budi Erje
Sumber: Daily Mail

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.