Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

MENJELANG SENJA BERSAMA CAK NUN

Bagi Cak Nun, Ujian Puasa Adalah saat Berbuka

Menjelang Senja bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng persembahan PR Sukun. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Waktu berbuka, bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa Ramadan memang menjadi satu waktu yang paling ditunggu-tunggu. Mereka sudah diizinkan untuk melepas dahaga dan laparnya usai seharian penuh menahannya.

Namun menurut Emha Ainnun Najib atau Cak Nun, dalam waktu tersebut sebenarnya umat Islam masih harus berpuasa kembali.

Berpuasa di sini, bukan tentang menahan lapar dan dahaganya lagi. Melainkan menahan nafsu ingin memakan hingga melakukan banyak hal. Ini diungkapkan Cak Nun dalam program Menjelang Senja bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng persembahan PR Sukun, Kamis (7/4/2022) petang.

“Berbuka puasa juga masih harus berpuasa. Ujian puasa bahkan ada di saat berbuka, apakah kita bisa menahan nafsu berbuka atau tidak,” kata Cak Nun.

Dia mengatakan, ketika seorang tersebut tidak bisa menahan berbukanya, tentu akan ada hal yang kurang baik menyertainya.

Nek buko tenanan malah lara weteng (Kalau buka yang beneran malah sakit perut, red) harus ada batasannya dan tergantung ritme orangnya juga,” ujarnya.

Baca: Cak Nun: Puasa itu Kenyang dalam Bentuk yang Lain

Cak Nun menambahkan jika puasa merupakan sebuah pola yang melingkar dengan awalnya yakni Allah. Semua yang dilakukan dalam berpuasa adalah karena Allah dan untuk Allah.

“Pola dasar Tuhan itu menciptakan semuanya itu lingkaran. Hidup itu hanya lingkaran. Semuanya akan kembali ke titik awal, itu namanya tauhid. Kamu dari Allah kembali ke Allah. Seluruh tata nilai seluruh dialegtika, dan tata rohani berbentuk lingkaran. Tidak ada yang tidak lingkaran,” pungkas Cak Nun.

Dalam program sebelumnya, Cak Nun juga menyebutkan, puasa itu bisa saja merupakan kenyang dalam bentuk yang lain. Kenyang di sini, kata Cak Nun bukan tentang kenyang secara fisik. Melainkan sebuah kenyang atau rasa puas secara mental dan jiwa.

Aku warek lehku poso (aku puas dalam berpuasa, red), itu bukan tentang fisiknya, tapi kepuasan batinnya,” kata Cak Nun.

Baca: Gondelan Syafaat Kanjeng Nabi yang Pas ala Cak Nun

Seorang yang beriman, kata Cak Nun, bisa saja merasakan hal tersebut. Asalkan, orang itu bersungguh-sungguh dalam menjalankan puasa dengan segala syariat-syariatnya dan ketentuannya. Salah satunya adalah ketika ada seorang manusia beriman tengah berpuasa dan dia bisa menahan diri dari amarah.

Progam Menjelang senja bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng persembahan PR Sukun tayang di channel youtube MURIANEWS TV, CakNun.com, PR SUKUN, dan KIAI KANJENG.

Acara tersebut, tayang pada tanggal 7, 12, 19, 22, 25, 28 April, dan 1 Mei 2022 mendatang.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...