Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ribuan E-Warong di Jateng Kena Semprit karena Lakukan Ini

Stiker E-Warung yang ditempel di salah satu warung di Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 6.000 E-Warong di Jawa Tengah kena semprit Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah karena melanggar aturan penyaluran.

Adapun bentuk pelanggarannya di antaranya merebut keluarga penerima manfaat (KPM) dari E-Warong lain, hingga menjual kebutuhan pokoknya dalam bentuk paket sehingga KPM tidak memiliki pilihan.

Ada juga E-Warong yang menjual kebutuhan pokok dengan harga lebih mahal dari yang dijual di pasaran karena menginginkan keuntungan yang lebih.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo menyampaikan hal tersebut, Selasa (5/4/2022).

Harso menambahkan, dari 6.000 warung yang kena semprit, ada yang terpaksa dicoret karena melakukan pelanggaran berat. Mesin electronic data capture (EDC) untuk melayani transaksi pembelian sembako pun terpaksa ditarik.

“Namun ada juga yang masih kami beri kesempatan untuk mengevaluasi kinerjanya. Kalau yang dicoret ada sekitar seratusan, sementara jumlah E-Warong di Jateng ada sekitar 9.000 toko,” sambungnya.

Baca: E-Warong di Kudus Sementara Berhenti

Namun demikian, pihaknya mengatakan untuk saat ini program E-Warong tengah dinonaktifkan dan dialihkan ke bantuan pangan tunai. Program tersebut pun telah berjalan sejak Januari 2022 kemarin dan disambut baik para KPM.

Walau memang dia tidak bisa memungkiri ada KPM dari program tersebut yang memanfaatkan sebagian dana bantuan untuk kebutuhan di luar belanja kebutuhan pokok. Seperti halnya membayar utang atau kebutuhan sekunder lain.

“Ini disambut positif para KPM, jadi dari periode Januari sampai Maret kemarin sudah disalurkan di Kantor Pos, kami harapkan bisa dibelanjakan bahan pokok, walau memang ada yang menggunakannya untuk kebutuhan lain,” pungkasnya.

Baca: Harga Lebih Mahal, Gerindra Desak Program E-Warong Dievaluasi

Pihak Dinsos Jateng sendiri, kini masih menunggu skema penyaluran bantuan untuk periode April-Mei-Juni yang sampai saat ini belum diputuskan pemerintah pusat.

Untuk jumlah penerima program BPNT di Jateng sendiri, ada sebanyak 3,2 juta KPM. Jumlah tersebut turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3,5 juta KPM.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...