Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Rencana Perbaikan Sekolah Rusak di Kudus Molor

Sejumlah pejabat daerah meninjau sekolah rusak di Kudus beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Rencana Perbaikan 110 sekolah rusak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah molor. Padahal, target pengerjaan sebelumnya dipatok mulai dilaksanakan pada pertengahan Maret.

Namun akhirnya, program perbaikan sekolah rusak itu mundur ke kepertengahan April 2022.

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mengonfirmasi molornya pengerjaan tersebut dikarenakan keterlambatan pada perencanaan pembangunan.

“Perencanaannya baru selesai awal April ini, sehingga pengerjaannya dimungkinkan baru berjalan pada pertengahan bulan nanti,” kata Kasi Sarpras Disdikpora Kudus Anggun Nugroho, Selasa (5/4/2022).

Menurutnya, untuk pembangunan pertengahan April akan dilakukan pada sepuluh sekolah terlebih dahulu. Semuanya, akan dilakukan perbaikan kelas.

Baca: 110 Sekolah Rusak Kudus Segera Diperbaiki

Adapun sekolah tersebut di antaranya, SD 6 terban, SD 5 payaman, dan SD 1 Garung Lor yang membutuhkan perbaikan kelas yang mendesak.

“SD 4 Prambatan Kidul juga masuk, ini yang perbaikan tahap kedua,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 22 miliar untuk perbaikan 110 sekolah di Kudus.

Rinciannya, adalah seratus bangunan sekolah dasar (SD) dan sepuluh bangunan sekolah menengah pertama (SMP).

Baca: Perbaiki Sekolah Rusak, Pemkab Kudus Gelontorkan Rp 22 Miliar

Untuk sebarannya, di tingkat SD paling banyak berada di Kecamatan Mejobo dan Kaliwungu masing-masing ada 14 sekolah. Kemudian disusul Kecamatan Undaan ada 13 sekolah, dan paling sedikit di Kecamatan Kota ada enam sekolah.

Selanjutnya untuk untuk tingkat SMP tersebar di Kecamatan Bae dua sekolah, Kecamatan Undaan tiga sekolah, Kecamatan Jekulo dua sekolah, sementara di Kecamatan Gebog, Kota dan Jati masing-masing satu sekolah.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.