Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kembali Dibagikan, 1.300 Porsi Bubur Samin Masjid Darussalam Solo Ludes

Tradisi pembagian bubur samin yang menjadi kuliner khas Solo saat Ramadan di Masjid Darussalam Kampung Jayengan. (Antara/Maulana Surya)

MURIANEWS, Solo — Setelah dua tahun tak digelar karena terbentur pandemi, tahun inim Masjid Darussalam, Jayengan, Serengan, Solo, kembali membagikan bubur samin.

Warga dan jemaah masjid pun antusias menyambut tradisi yang lahir dari masyarakat Banjar tersebut mulai dilakukan sejak 1985 silam. Alhasil, 1300 porsi bubur samin langsung ludes saat buka bersama.

Baca: Ramadan Tiba, Dua Penjual Musiman Ini Mulai Ramai di Grobogan

Ketua Panitia Wisata Religi Ramadan Masjid Darussalam Jayengan, Noor Cholish mengatakan, pembagian bubur Samin kali ini memang dibagi menjadi dua proses. Yakni buka bersama di masjid sebanyak 300 porsi dan seribu sisanya dibagikan ke masyarakat.

”Untuk Ramadan ini, per hari memang hanya 1.300 porsi. Sebanyak 300 porsi untuk buka bersama di masjid, sedangkan 1.000 porsi dibagikan ke masyarakat,” kata Noor Cholish seperti dikutip Solopos.com.

Ia menjelaskan, untuk membuat 1.300 porsi bubur samin, pihaknya membutuhkan waktu sekitar dua jam. Pembuatan dimulai setelah salat zuhur sekitar pukul 13.00 WIB hingga sekitar pukul 15.00 WIB.

Sementara untuk proses pembagian bubur samin di Masjid Darussalam, Jayengan, Solo, dilakukan mulai pukul 16.00 WIB. Bubur Samin yang dibagikan kepada warga dan jamaah dibuat menggunakan 40 kilogram beras sebagai bahan pokoknya.

Minyak samin lah yang memberikan cita rasa khas bubur. Kekhasan bubur yang telah menjadi tradisi masyarakat Banjar di Jayengan tersebut juga terletak pada isiannya, yaitu sayuran dan daging tetelan.

Baca: Lupa Baca Niat Puasa Ramadan? Ini Solusinya

Noor menambahkan kebanyakan warga hanya mengetahui pembuatan dan pembagian bubur samin tersebut dilakukan saat Ramadan saja. Padahal, warga maupun pengurus Masjid Darussalam Solo mempunyai kebiasaan membuat bubur samin yang dilakukan saat bulan Sura/Muharram dan bulan Rajab/Syakban.

Saat bulan Sura, bubur samin dibagikan saat peringatan malam 10 Sura. Sedangkan saat bulan Syakban, bubur samin dibagikan ketika peringatan malam Nisfu Syakban kepada jamaah Masjid Darussalam.

Hal tersebut mendorong masyarakat Jayengan untuk mendeklarasikan Kampung Wisata Religi Ramadhan. “Tahun ini kami mendeklarasikan diri menjadi Wisata Religi Ramadan. Sebelumnya hanya pembagian bubur saja,” imbuhnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...