Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Begini Kondisi SPBU dan Pertalite di Grobogan Usai Pertamax Mundak

Begini Kondisi Stok Pertalite di SPBU Grobogan Usai Pertamax Mundak
Antrean cukup panjang pengguna BBM pertalite terjadi SPBU Nglejok, Purwodadi. (MURIANEWS/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Sejumlah warga memilih bermigrasi ke Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite usai Pertamax naik harga, dari Rp 9.000 per liter jadi Rp 12.500 per liter.

Kondisi itu juga terjadi di Grobogan. Indikasi itu terlihat dari antrean yang mengular di dua SPBU wilayah Kota Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

Dari pantauan MURIANEWS, dua SPBU dengan antrean panjang itu terlihat di SPBU Jalan R Soeprapto Purwodadi dan SPBU Nglejok. Akibat antrean panjang, beberapa kendaraan memilih putar balik tak jadi mengisi BBM di tempat itu.

Baca juga: Stok Pertalite di Jepara “Byar Pet”

Sedangkan SPBU Jalan Gajah Mada, tidak tersedia pertalite. Di sana pun tak ada antrean kendaraan seperti di dua SPBU sebelumnya.

Sementara di SPBU Sukorejo, Kecamatan Toroh yang lokasinya di dekat batas wilayah Kota Purwodadi dengan Kecamatan Toroh itu juga terdapat antrean kendaraan.

Menurut Joko, salah seorang tukang ojek online di Kota Purwodadi, BBM jenis pertalite lebih sering tersedia. Terkadang, memang kehabisan karena SPBU menunggu kiriman.

“Memang kadang-kadang kehabisan. Tapi ini banyak yang ada,” kata Joko.

Joko memaparkan, kalau soal terbatasnya pertalite, hal itu menurutnya sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

Kondisi itu diamini Rudi, warga Purwodadi penjual BBM pertalite eceran. Menurutnya, kondisi di Purwodadi berbeda dengan daerah-daerah lain. Di Purwodadi disebutnya lebih langka dibanding kota sekitarnya.

“Di beberapa SPBU sudah tidak boleh (beli banyak untuk dijual eceran, red). Saya kalau antre (membeli untuk dijual lagi sampai beberapa jam, red) sampai jam 01.00 malam. Sudah beberapa bulan ini agak susah,” katanya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.