Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ditangkap, Begini Modus Dukun Cabul di Pati Perdaya Korbannya

Ditangkap, Begini Modus Dukun Cabul di Pati Perdaya Korbannya
Konfrensi Pres ungkap kasus pencabulan terhadap dua anak bawah umur di Polres Pati. (MURIANEWS/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Polres Pati menangkap seorang pemuda DJKS (24) yang mengaku sebagai dukun. Ia ditangkap usai melakukan pencabulan pada dua anak yang baru berusia 11 tahun dan 14 tahun.

Saat dihadirkan dalam konfrensi pers di Polres Pati, warga Kecamatan Jakenan itu mengaku menargetkan korbannya secara acak.

Setelah mendapatkan sasaran, ia kemudian mendatangi korbannya. DJKS kemudian mengaku sebagai orang yang mempunyai ilmu mistis.

Baca juga: Dukun Cabul Beraksi di Pati, Korbannya Dua Anak Bawah Umur

Kepada korbannya, pelaku mengatakan bahwa di dalam perutnya ada janin. Untuk menghilangkannya, harus melakukan hubungan intin sebanyak enam kali. Korban yang masih lugu pun terperdaya tipu muslihatnya.

Upaya akal-akalan itu agar korban terjerat dan mau melakukan hal tak senonoh dengannya. Ia pun mengaku tidak mempunyai ilmu magis. DJKS hanya memperdayai korbannya.

“Saya hanya mengaku saja. Tidak punya ilmu hitam. (Para korban saya perkosa) baru sekali,” katanya.

Kapolres Pati, AKBP Christian Tobing mengatakan terbongkar setelah orang tua korban melihat percakapan anaknya dengan pelaku melalui pesan singkat. Setelah itu, mereka melaporkan hal ini kepada Polres Pati.

“Atas perbuatannya, tersangka kami jerat 81 Ayat 2 UU RI Nomor 17 Tahun 2016, tentang penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak,” kata AKBP Christian.

Polisi menduga, ada korban lain selain dua anak bawah umur tersebut. Kasus tersebut pun didalami dan dikembangkan lagi untuk mengetahui adanya korban lainnya.

“Kami terus melakukan penyelidikan di lapangan, apakah ada korban lain,” imbuhnya.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.