Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dongkrak UMKM, Bank Jepara Artha Gandeng Amartha

Gandeng Amartha Bank Jepara Artha Optimis Dongkrak UMKM

BPR Jepara Artha dan Amartha menandatangani kesepakatan permodalan kepada UMKM. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – PT BPR Bank Jepara Artha menjalin kerja sama dengan Amartha. Kerja sama itu dilakukan dengan harapan dapat mendongkrak kebangkitan UMKM di Kota Ukir.

Dengan begitu, UMKM di Kabupaten Jepara lebih maju dan berdaya saing. Itu diungkapkan Direktur Utama PT BPR Bank Jepara Artha, Jhendik Handoko.

Untuk diketahui, Amartha merupakan perusahaan fintech yang fokus pada layanan keuangan inklusif. Perusahaan ini bekerja dengan menyalurkan modal bagi pelaku UMKM.

Jhendik Handoko, mengaku belum bisa menunjang pertumbuhan ekonomi daerah, utamanya UMKM dengan maksimal. Itu terbukti dari besarnya kredit yang dikeluarkan sejauh ini.

Ia menyebut, pada tahun lalu, dari dana sebesar Rp 369 miliar yang dikeluarkan, 40 persennya menjadi kredit konsumtif. Sementara, 60 persennya untuk kredit produktif.

Baca juga: Kemenparekraf Dongkrak Produk UMKM Jepara

“Untuk itu kami mencoba menggandeng Amartha. Supaya kredit yang kami keluarkan tepat sasaran. Jadi untuk proporsi kredit konsumtif, nanti akan kami kurangi. Saya berharap tidak akan lebih dari 10 persen,” kata Jhendik, saat konferensi pers, Kamis (1/4/2022) di Semarang.

Untuk itu, Jhendik menanamkan modal di Amartha sebesar Rp 100 miliar. Modal itu nantinya disebar di wilayah Jateng. Namun, Jhendik meminta Amartha agar memprioritaskan UMKM lokal di Jepara.

“Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi kami, karena kami sebagai bank, berkesempatan untuk memperluas jangkauan ke masyarakat tanpa harus mengembangkan teknologi sendiri, dan turut mendukung pertumbuhan UMKM di wilayah Jateng,” ujar Jhendik.

Sementara itu, Hadi Wenas, Chief Commercial Officer Amartha, mencatatkan performa yang positif di wilayah Jawa Tengah. Di mana total penyaluran sepanjang 2021 mencapai 254 miliar rupiah.

Angka itu lebih tinggi dibandingkan tahun 2020. Dana sebesar itu juga telah disalurkan pada lebih dari 123 ribu perempuan pengusaha mikro yang mayoritas berada di sektor perdagangan.

Wenas menyampaikan, nantinya, UMKM binaan Amartha penerima permodalan dari hasil kerja sama ini, berkesempatan untuk memperoleh pinjaman lebih besar lagi melalui BPR BJA, sehingga berpeluang untuk lebih berkembang.

“Jumlah pinjaman produktif yang bisa diberikan Amartha umumnya berkisar di angka Rp 5 juta – Rp 15 juta rupiah per UMKM, tergantung hasil credit scoring dan historikal pinjaman mitra,” jelas Wenas.

“Jika usahanya semakin sukses dan butuh sokongan modal lebih besar. Di sinilah BPR BJA berperan, karena memiliki kapabilitas yang lebih tinggi untuk meminjamkan modal usaha kepada nasabah,” imbuh Wenas.

Amartha optimis dapat menjangkau jutaan perempuan pengusaha mikro lainnya melalui kolaborasi dengan perbankan, seperti dengan BPR BJA.

Hingga saat ini, Amartha telah menjangkau satu juta perempuan pengusaha mikro di seluruh Indonesia dengan total penyaluran modal mencapai lebih dari enam triliun rupiah.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.