Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dinilai Jadi Biang Kerok Jalan Rusak, Aktivitas Tambang di Pati Diminta Stop

Diduga Jadi Biang Kerok Jalan Rusak, Aktivitas Tambang di Pati Diminta Stop
Damp truk pengangkut hasil tambang melintasi Jalan Pasucen-Lahar. (MURIANEWS/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Jalan Rusak di Kabupaten Pati dinilai disebabkan dari adanya aktivitas tambang. Pemerintah setempat pun meminta pemilik tambang untuk menghentikan aktivitasnya sementara waktu.

Keputusan itu dilakukan setelah Pemerintah setempat menggelar rapat koordinasi terkait penanganan jalan rusak dan macet di Kabupaten Pati.

“Kami sudah melakukan pendekatan kepada pengelola. Nanti kami sampaikan kepada pemilik lahan tambang sementara (saat) musim hujan berhenti operasi dulu,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Pati Teguh Widyatmoko, belum lama ini.

Baca juga: Perbaikan Jalan Jakenan-Jaken Pati Dilanjut

Pihaknya menilai, aktivitas tambang ini memperparah kondisi jalan-jalan di Kabupaten Pati. Truk pengangkut hasil tambang sering mengalami overload, sehingga memperparah kerusakan jalan.

Ruas jalan di Kabupaten Pati memang banyak yang mengalami kerusakan parah. Jalan di Pati selatan, timur, dan Pati utara mengalami kerusakan parah.

Contohnya di Jalan Tambakromo-Kayen. Jalan penghubung dua kecamatan itu (Kecamatan Kayen-Kecamatan Tambakromo), sudah mengalami kerusakan sejak beberapa tahun terakhir.

Truk tambang yang sering melewati jalan itu disinyalir menjadi penyebab kerusakan jalan milik Pemkab Pati itu.

Kemudian, Jalan Pasucen (Kecamatan Trangkil)-Lahar (Kecamatan Tlogowungu) juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Beberapa warga juga menilai, ini dikarenakan aktivitas dump truk yang mengangkut muatan berlebihan atau overload.

Baca juga: Sejumlah Titik Jalan Pati-Gabus Rusak

“Kerusakan, karena sering dilewati muatan truk pengangkut batu dan tanah. Ada tembang batu di Desa Bagangan, Tlogosari dan lainnya,” ungkap Salah satu warga Pesucen, Musnuri (45), Senin (28/3/2022).

Ini kontras dengan pendapat para sopir damp truk saat menggelar unjuk rasa di Galian C PT Pahala Utama Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Rabu (9/3/2022) lalu.

Sopir truk yang kebanyakan sopir damp galian C itu menilai, kerusakan jalan di Pati, khususnya wilayah Pati selatan lantaran truk tronton yang berukuran besar melintasi wilayah tersebut.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.