Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Begini Cara Kerja Alat Deteksi Banjir Buatan Warga Kesambi Kudus

Bukhori membuat alat deteksi dini banjir dari barang-barang bekas. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kini telah memiliki alat deteksi dini banjir. Alat itu dibuat Bukhori (32) dari barang bekas, dan kini telah terpasang di tanggul Sungai Piji desa setempat.

Lantas bagaimana mekanisme alat deteksi dini banjir tersebut?

Meski terbuat dengan peralatan yang sederhana, alat deteksi dini banjir tersebut bisa memberikan sinyal dan menyalakan sirine yang terpasang di depan Balai Desa Kesambi.

Sirine peringatan waspada banjir itu berbunyi ketika volume air dengan bibir tanggul sudah berjarak sekitar antara 40 cm.

Air sungai yang sudah tinggi, nantinya akan menyentuh pelampung yang terbuat dari botol bekas pembersih kerak. Dan secara otomatis botol tersebut akan naik dan mendorong batang yang terbuat dari patahan alat pancing yang diujungnya diberi penghantar dari fitting bekas lampu.

Fitting yang digunakan sebagai penghantar tersebut nantinya akan menyentuh tembaga-tembaga kabel yang sudah tertata di bagian paling atas.

“Jadi sistemnya seperti saklar, yang akan menyambung ketika air tinggi, dan akan kembali lepas ketika air sudah mulai rendah,” kata Bukhori, Sabtu (26/3/2022).

Baca: Warga Kudus Bikin Alat Deteksi Banjir dari Barang Bekas

Jika air sungai meninggi dan penghantar alat tersebut tersambung, kemudian akan memberikan sinyal ke amplifier yang sudah diberi berbagai mode sirine untuk di alihkan ke toa milik Pemdes.

“Sudah ada memori yang saya isi suara sirine untuk kemudian dialihkan ke Toa. Ketika alarm itu berbunyi berarti ada tanda waspada banjir,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Bukhori (32) warga Desa Kesambi RT 2 RW 9, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berhasil membuat alat deteksi dini banjir. Uniknya, alat tersebut dibuat dengan memanfaatkan barang-barang bekas.

Baca: Hujan Deras Guyur Sragen, 121 Rumah di Dua Kecamatan Terendam Banjir Tiga Jam

Ide awal membuat alat deteksi dini banjir tersebut, dikarenakan permasalahan banjir yang selama ini kerap menimpa desanya.

Mirisnya, banjir yang terjadi kerap datang di malam hari, saat warga sudah tertidur lelap dan mengakibatkan warga tak siap menghadapi bencana banjir.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.