Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Lebih Irit Mana Antara Motor Listrik dengan Motor Bensin? Ini Jawabannya

Lebih Irit Mana Antara Motor Listrik dengan Motor Bensin? Ini Jawabannya
Foto: Motor listrik (pixabay.com)

MURIANEWS, Kudus– Motor listrik saat ini mulai hadir di Indonesia. Meski demikian, jumlah pemakai motor listrik ini memang belum banyak terlihat di jalanan.

Sejauh ini, kondisi jalan raya masih didominasi oleh motor konvensional yang menggunakan bahan bakar minyak atau biasa disebut bensin.

Diprediksi, pengguna motor listrik ini nantinya akan berkembang cepat. Pasalnya, pemerintah pun sedang gencar melakukan konversi sepeda motor bensin menjadi motor listrik. Termasuk mempromosikan sepeda motor Gesit yang tak lain sepeda motor listrik buatan dalam negeri.

Baca juga: Nusa, Motor Listrik Bikinan Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya

Pertanyaannya, kira-kira irit mana antara sepeda motor listrik dengan sepeda motor bensin? Ternyata sepeda motor listrik yang lebih irit.

Berikut penjelasannya biar lebih paham, seperti dilansir dari Solopos.com melalui jurnal ilmiah Sekolah Tinggi Teknik-PLN, Nextren.grid.id, dan e-viar.com.

Berdasar pengalaman seorang driver ojek online yang menggunakan sepeda motor listrik di mana dia dalam satu hari haru menempuh jarak 150-200 km, jika menggunakan bensin harus mengeluarkan biaya Rp 40.000-Rp 45.000. Namun untuk motor listrik hanya mengeluarkan Rp 30.000.

Berdasar perhitungan dari uji coba STT PLN, untuk menempuh jarak 56 km dibutuhkan 3,5 kwh, apabila harga per kwh dibulatkan Rp1.445 (R1 Rp 1.444,70 per kWh) maka total Rp 5.075,5. Sedangkan motor bensin untuk daya tempuh 56-60 km butuh satu liter. Harga Pertalite Rp 7.650 per liter.

Selain biaya tersebut, untuk operasional kendaraan terlihat jelas perbedaanya. Di mana untuk motor biasa selain pembelian bahan bakar minyak juga harus mengganti oli pada kilometer tertentu, juga harus mengganti part mesin yang aus.

Sedangkan pada sepeda motor listrik, jelas sumber tenaga penggerak hanya baterai, tidak memerlukan penggantian oli karena tidak menggunakannya. Untuk penggantian part mesin, Anda cukup mengganti timing belt pada jarak tempuh 15.000 kilometer.

Kemudian baterai hanya perlu diganti setelah lebih dari 4 tahun dengan pemakaian normal. Jika kebetulan saatnya waktu penggantian Anda masih butuh untuk yang lain, masih bisa ditunda. Hanya saja baterai sudah berkurang daya dan efektivitasnya.

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: solopos.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.