Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Gerebek Kos-kosan dan Salon di Juwana, Yang Didapati Satpol PP Pati Bikin Ngelus Dada

Gerebek Kos kosan di Juwana Yang Didapati Satpol PP Pati Bikin Ngelus Dada

Sejumlah personil Satpol PP Kabupaten Pati melakukan penegakkan Perda di wilayah Juwana. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Sejumlah indekos atau kos-kosan dan salon di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah digerebek Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati, Kamis (24/3/2022).

Dalam kegiatan itu, Satpol PP Pati mendapati empat pasangan bukan suami istri sedang asyik berduaan di kos-kosan. Mereka pun dibawa ke Balai Desa Dukutalit untuk dimintai keterangan.

Kabid Penegakkan Produk Hukum, Djuharianto mengatakan empat pasangan itu ditemukan ‘ngamar’ saat pihaknya melakukan razia di dua indekos dan satu salon yang dicurgai digunakan untuk mesum.

Keempat pasangan itu kemudian diberi pembinaan dan diminta untuk menandatangani surat keterangan tidak melakukan perbuatan tercela itu lagi.

Dalam surat keterangan itu juga disebutkan, bila mereka kembali ketahuan melakukan hal serupa akan ditindak sesuai dengan aturan yang ada.

Baca juga: Satpol PP Pati Gelar Razia, Enam Anak Punk Dibina

“Untuk pasangan tidak suami istri dilakukan pembinaan, karena di Perda penanganannya seperti itu. Yang pertama dilakukan pembinaan, dikemudian hari, (kalau ketahuan) kita tangkap lagi baru kami tindak sesuai regulasi yang ada,” ujar Djuharianto.

Tak hanya itu, Satpol PP Pati juga mendapati satu anak di bawah umur yang dipekerjakan di salah satu salon, di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.

“Kami beri pembinaan agar anak itu dipulangkan dan tidak dipekerjakan dulu. Pemilik salon juga kami minta mengembalikan anak di bawah umur itu ke orang tuanya,” terangnya.

Djuharianto sendiri berharap di kemudian hari nanti tidak ditemukan hal serupa. Di mana, jangan sampai ada salon maupun kos yang disalahgunakan.

“Kalau salon, ya murni salon, jangan ada indikasi kegiatan lain yang menyalani aturan. Begitu juga rumah kos, ya murni untuk kos, jangan sampai di situ untuk istilahnya dihuni pasangan bukan suami istri,” katanya.

Saat diperiksa, salon maupun kos-kosan yang ditemukan kegiatan melanggar aturan itu ternyata belum memiliki izin. Ia pun meminta agar para pemilik segera mengajukan izin.

“Kami rekomendasikan untuk mengajukan ke Dispopar (Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata) dan mengajukan ke Mal Pelayanan Publik (MPP) atau Dinas Penanamam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu,” tandas dia.

Razia ini merupakan penegakan Perda Nomor 7 tahun 2018 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibum Tranmas) dan penegakkan Perda nomer 8 tahun 2013 tentang Kepariwisataan.

Selain personil Satpol PP Kabupaten Pati, beberapa personil Polres Pati dan Kodim 0718/Pati juga terlibat dalam razia ini.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.