Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Proyeknya di Karimunjawa Jepara Dihentikan, Ini Kata PT LHI

Proyek di Karimunjawa Jepara Dihentikan, Ini Kata PT LHI
Proyek The Start Up Island yang tengah digarap PT Levels Hotels Indonesia di Kemujan, Karimunjawa. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Proyek The Start Up Island di Karimunjawa Jepara milik PT Levels Hotels Indonesia (PT LHI) dihentikan sementara oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Humas PT LHI, Sururi Mujib, membenarkan proyek yang dijalankan itu diberhentikan sementara. Pasalnya, masih ada beberapa dokumen izin yang belum dilengkapi.

“Iya sudah (diberitahu, red). Waktu pak bupati ke sana (12/3/2022) sudah tidak jalan,” kata Sururi melalui sambungan telepon, Rabu (23/3/2022).

Baca juga: Proyek Hunian WNA Karimunjawa Jepara Dihentikan

Meskipun dihentikan, Sururi mengatakan proses, yang menurutnya bukan sebagai bagian dari pembangunan itu masih berlangsung.

Pekan lalu, MURIANEWS memantau langsung proyek tersebut. Terlihat sudah ada pondasi dan beberapa bagian rangka bangunan yang sudah berdiri.

Namun, Sururi menilai itu bukanlah pondasi. Melainkan penyekat tanah. Yang dibuat untuk menahan tanah dari longsor.

“Itu penyekat tanah. Bukan pondasi. Sementara ini, masih ada satu-dua orang penjaga dan beberapa orang menata lahan,” jelas Sururi.

“Itu dalam rangka untuk melindungi lahan supaya tidak longsor akibat air hujan yang mengalir ke pantai. Lahannya kan sangat miring itu. Ditata lahannya supaya posisinya aman,” imbuh Sururi.

Baca juga: Heboh! Tanah di Karimunjawa Diduga Dijual Bebas untuk Warga Asing

Terkait dengan dokumen izin, Sururi mengaku sudah memegang izin lokasi dan tata ruang. Namun, ia belum memegang dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan izin Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL).

Oleh KLHK, lanjut Sururi, PT LHI hanya butuh izin UKL-UPL. Bukan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Sebab, lahan yang dibangun itu hanya 5.888 meter persegi.

“Karena lahannya tidak begitu luas, nanti kami pakai UKL-UPL untuk tahap pertama. Kalau ke depan dikembangkan lagi, pakai AMDAL. Dan sekarang masih berproses di kementrian. Prosedurnya kita tempuh semua,” ucap Sururi.

Terpisah, Bambang Zakaria, salah satu warga Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, menyebut saat ini proyek masih terus berjalan. Jalannya proyek itu masih sama seperti sebelum ada pemberhentian sementara ini.

Pihaknya berharap, kalau memang diberhentikan sementara, mestinya ada surat resmi yang diberikan kepada PT LHI. Supaya masyarakat tahu dan bisa memantaunya.

“Saya lihat sampai siang ini masih ada pekerjaan itu. Kalau memang berhenti, mestinya ada surat resmi. Supaya kami bisa tegur kalau mereka masih beroperasi,” tegas pria yang akrab disapa Bang Jack ini.

Dinas Pelayanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jepara, belum melayangkan surat pemberhentian sementara itu. Pemberhentian itu diputuskan oleh KLHK saat rapat pada tanggal 14 Maret 2022 lalu.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...