Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Puluhan Orang di Kudus Positif TBC, Tiga Meninggal

Tenaga kesehatan (nakes) mengoperasikan alat TCM pendeteksi TBC di Puskesmas Kaliwungu. (MURIANEWS/Dok. Puskesmas Kaliwungu)

MURIANEWS, Kudus – Temuan kasus TBC (Tuberkulosis) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada awal 2022 ini cukup banyak. Jumlah kasus positif mencapai puluhan kasus, dan tiga di antaranya meninggal dunia.

Tiga kasus meninggal itu tercatat hingga Maret 2022. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Darsono mengatakan, tiga kasus kematian itu lantaran kondisinya sudah sangat kronis.

Sementara itu, hingga kini tercatat ada 370 kasus suspek TBC di Kabupaten Kudus. Terdiri dari 278 kasus TB sensitif obat (SO) dan 29 kasus resisten obat (RO).

“Kalau jumlah pasien yang dinyatakan positif baik TB SO maupun RO total ada 51 kasus di Maret ini. Kalau pasien yang dinyatakan sembuh, ada 46 kasus,” katanya, Rabu (23/3/2022).

Baca: Selain Covid, TBC Juga Ancam Kehidupan Warga Pati

Darsono menambahkan, ada perbedaan antara TB SO maupun TB RO. TB SO merupakan kasus TB yang masih dapat diobati. Sedangkan TB RO kondisi pasien lebih kronis.

“TB SO itu pengobatannya masih bisa dengan obat-obatan lini pertama. Kalau TB RO itu lebih kronis sehingga obat-obatannya menggunakan obat lini kedua,” sambungnya.

Lebih lanjut, penanganan pasien TB RO dengan pasien TB SO berbeda. Penanganan pasien TB SO di Kudus masih dapat dilaksanakan di puskesmas dan di beberapa rumah sakit.

“Kalau pasien TB RO di Kudus perawatannya hanya di RSUD Loekmono Hadi,” ujarnya.

Baca: Kasus Kematian Akibat TBC di Kudus Meningkat, Rata-Rata Juga Terpapar Corona

Dia menjelaskan, gejala TB yang dialami pasien beragam. Mulai dari batuk yang tidak sembuh selama tiga bulan, berat badan menurun, dan nafsu makan menurun.

“Upaya kami menekan angka TB di Kudus yakni lewat kader TB di 19 puskesmas di Kudus. Tugasnya memantau dan menjembatani apabila ada pasien yang mengidap TBC,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...