Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Miris! Cewek Cantik Grobogan Ini Rela Terjang Sungai untuk Bekerja

Miris Cewek Cantik Grobogan Ini Rela Terjang Sungai Demi Mengais Rezeki

Tangkapan layar video wanita bermotor di Grobogan menerjang derasnya arus sungai untuk berangkat kerja. (FACEBOOK/Info Grobogan)

MURIANEWS, Grobogan – Sebuah video yang diunggah di grup Facebook Info Grobogan menggambarkan seorang perempuan cantik rela menerjang sungai dengan motornya demi bekerja.

Video yang diunggah pada Senin (21/3/2022) malam itu ramai dibicarakan. Hingga Selasa (22/3/2022) sore, video itu disukai 395 orang dan mendapat 205 komentar.

“Jajal kuwe ddi q… saben dino ngliwati kali banjir terus (Coba kamu jadi aku, setiap hari melewati sungai banjir terus),” tulis akun Vhey yang mengunggah video itu.

Diketahui, wanita yang menyeberangi sungai itu bernama Helfi Andriyani, warga Dusun Ngragem, RT 6 RW 4 Desa Simo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Saat dihubungi Murianews, Helfi mengaku bekerja di sebuah perusahaan besar di Kecamatan Wirosari. Ia mengaku sudah bertahun-tahun harus melalui sungai itu saat berangkat bekerja.

Baca juga: Jalan Kedungjati-Salatiga di Grobogan Rusak dan Longsor Segera Diperbaiki

Bahkan, saat musim hujan, arus sungai yang menjadi deras pun tak menciutkan nyali Helfi yang baru menikah beberapa bulan lalu itu.

“Ngragem itu dibagi beberapa bagian. Saya yang bagian selatan sungai, dikelilingi hutan. Jadi tidak ada jalan pintas. Kalau pulang kerja ketika malam ya menunggu surut dulu,” kata Helfi.

Helfi mengaku sudah terbiasa melewati jalan tersebut sejak kecil. Dulunya, lanjut Helfi, ada sebuah jembatan kecil di sungai itu. Namun, beberapa tahun belakangan ini sedimentasi sungai meninggi.

Kondisi itu membuat sungai kecil di bawah jembatan itu pun tak mampu menampung derasnya air. Aliran air pun ikut menggenangi jembatan itu

“Baru beberapa tahun ini tanah dari hutan turun ke sungai. Jadi, jembatannya menjadi pendek setara tanah (sedimentasi sungai, red). Kalau arusnya kecil ya saya berani lewat. Tapi kalau besar ya nunggu surut. Dulu pernah pulang malam menunggu surut sampai pukul 24.00 WIB,” paparnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Simo Meidji menerangkan jalan tersebut hanya akses untuk satu RT saja, yakni RT 06 yang merupakan wilayah tempat tinggal Helfi.

Meidji mengaku sudah merencanakan pembangunan jembatan di sana. Namun, pembangunan tertunda karena realokasi anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Pembangunan jembatan itu sudah masuk rencana. Prioritasnya memang di Dusun Corot (Desa Simo, red) dulu, baru kemudian pembangunan jembatan di Dusun Ngragem itu. Tapi karena 2020 sampai 2021 ada pandemi, pembangunan jembatan Corot ditunda. Ngragem ya ikut tertunda,” kata Meidji.

Pada 2022 ini, rencana itu pun kembali tertunda. Kali ini biang keroknya, Pepres 104 tahun 2021.

Di mana, lanjut Meidji, dalam aturan itu mewajibkan 40 persen APBDes untuk BLT (bantuan langsung tunai). Pembangunan jembatan itu pun kembali tertunda.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.