Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Biaya Pembuatan SIM Baru Tahun 2022

Ini Biaya Pembuatan SIM Baru Tahun 2022
Foto: Pemohon SIM C sedang mengikuti ujian praktik (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Kudus- SIM atau surat izin mengemudi wajib dimiliki pengendara kendaraan bermotor, baik jenis motor maupun mobil. Dengan memiliki SIM, maka orang tersebut sudah layak untuk mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya.

Oleh sebab itu, bagi yang ingin mengendarai kendaraan bermotor wajib tahu syarat, cara, dan rincian biaya membuat SIM. Dengan tahu masalah ini, nantinya akan memudahkan ketika akan mengurus SIM.

Dikutip dari kabar24.bisnis.com, di Indonesia, setidaknya terdapat empat jenis atau golongan SIM. Yakni, SIM A, B, C, dan D.

SIM A diperuntukkan bagi pengemudi kendaraan roda empat dengan berat tidak lebih dari 3.500 kilogram (kg). Kemudian, SIM B diperuntukkan bagi pengemudi kendaraan bermotor dengan berat lebih dari seribu kilogram.

Sedangkan SIM C adalah surat izin mengemudi untuk kendaraan roda dua yang dibuat dengan kecepatan lebih dari 40 km/jam. Sementara itu, golongan SIM D diperuntukkan bagi pengemudi yang memiliki kebutuhan khusus atau disabilitas.

Syarat membuat SIM

1. Membuat permohonan tertulis.

2. Pemohon bisa membaca serta menulis.

3. Pemohon memiliki pengetahuan seputar peraturan lalu lintas jalan dan teknik dasar berkendara menggunakan kendaraan bermotor.

4. Batas usia minimal untuk SIM golongan C 16 tahun, SIM golongan A 17 tahun, SIM golongan B1 dan B2 20 tahun.

5. Terampil dalam mengemudi kendaraan bermotor.

6. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan melampirkan surat keterangan sehat rohani dan jasmani dari dokter.

7. Dinyatakan lulus ujian teori dan ujian praktik.

8. Melampirkan KTP asli dan fotokopi KTP.

9. Pemohon disarankan membawa asuransi kecelakaan diri pengemudi atau AKDP.

Tahapan membuat SIM

1. Pemohon SIM melakukan biaya PNBP resi bank, bisa melalui ATM, mini ATM, atau teller bank.

2. Pemohon SIM melakukan registrasi pendaftaran dengan mengisi formulir (berkas), sidik jari, dan foto.

3. Pemohon melakukan ujian teori, dengan materi peraturan perundangan, keterampilan pengemudi, etika berlalu lintas, dan pengetahuan teknik kendaraan bermotor. Apabila pemohon dinyatakan tidak lulus pada tahap ini, maka pemohon dapat mengikuti ujian ulang setelah 7 hari. Sementara, apabila pemohon dinyatakan lulus, dapat melanjutkan ujian tahap berikutnya.

4. Pemohon melakukan ujian praktik. Apabila pemohon dinyatakan tidak lulus di tahap ujian praktik, maka pemohon dapat mengikuti ujian ulang setelah 14 hari. Namun, apabila pemohon dinyatakan tidak lulus pada tahap ketiga dan keempat dan tidak mengikuti ujian ulang selama 30 hari, maka pemohon dinyatakan batal alias harus melakukan pendaftaran ulang pembutan SIM.

5. Cetak SIM. Pada tahap ini, pemohon diminta untuk tanda tangan pemilik, dan proses pencetakan SIM, serta penyerahan SIM.

Biaya pembuatan SIM A, B, C, dan D

Sesuai dengan PP No. 50 tahun 2010 tentang PNBP pada Polri, berikut biaya pembuatan SIM A, B, dan C tahun 2022:

1. Biaya SIM A Baru sebesar Rp 120.000

2. Biaya SIM B I Baru sebesar Rp 120.000

3. Biaya SIM B II Baru sebesar Rp 120.000

4. Biaya SIM C Baru sebesar Rp 100.000

5. Biaya SKUKP sebesar Rp 50.000

Sementara itu, mengacu pada PP Nomor 76 Tahun 2020, penerbitan SIM D maupun D I dipatok Rp 50.000.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: kabar24.bisnis.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.