Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Doa agar Hati Mudah Tergerak untuk Ibadah

Doa agar Hati Mudah Tergerak untuk Ibadah
Foto: Ilustrasi berdoa (pixabay.com)


MURIANEWS, Kudus- Dalam ajaran Islam, ada banyak amal ibadah yang kita laksanakan sehari-hari. Baik itu ibadah yang hukumnya wajib maupun sunnah.

Meski demikian, untuk bisa melaksanakan ibadah itu bukan sesuatu yang mudah. Terkadang, muncul rasa malas dan berat hati ketika hendak melaksanakan ibadah tersebut.

Dikutip dari NU Online, ada kalanya kita merasa berat hati untuk shalat, puasa, sedekah, atau ibadah lainnya. Keberatan itu didasarkan pada segudang alasan. Yang jelas, keberatan untuk ibadah itu terjadi karena situasi batin yang memang tidak memiliki kecenderungan untuk ibadah.

Baca juga: Doa Afiyah yang Selalu Dibaca Rasulullah Pagi dan Sore

Nah, untuk melunakkan hati agar diringankan dan dimudahkan untuk berbuat baik bisa dilakukan dengan membaca doa ini:

اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ والحمد لله رب العالمين

Allahumma waffiqna li tha‘atika, wa atmim taqshirana, wa taqabbal minna, innaka antas sami‘ul ‘alim. Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Artinya, “Ya Allah, bimbinglah jalan kami pada jalan ketaatan kepada-Mu, sempurnakanlah kekurangan kami, terimalah ibadah kami. Sungguh, Kau maha mendengar lagi mengetahui. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya,” (Lihat Perukunan Melayu, [Jakarta, Alaydrus: tanpa tahun], halaman 49).

Lafal doa ini dapat dibaca pada setiap selesai shalat lima waktu. “Ini doa merendahkan hati berbuat ibadah, dibaca tiap-tiap lepas sembahyang lima waktu,” (Lihat Perukunan Melayu, [Jakarta, Alaydrus: tanpa tahun], halaman 49).

Doa ini juga dapat dibaca oleh orang tua untuk anaknya dan juga sebaliknya. Wallahu ‘alam.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: nu.or.id

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.