Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO YOGYAKARTA

Empat Kasus Perdagangan Satwa Digagalkan Polisi, Lima Orang Jadi Tersangka

Ilustrasi. (Freepik)

MURIANEWS, Yogyakarta – Polda DIY berhasil mengagalkan empat kasus perdagangan satwa yang dilakukan di wilayah Yogyakarta. Dari kasus tersebut, lima orang kini ditetapkan sebagai tersangka.

Satu dari lima tersangka tersebut diketahui berinisial FCW yang masih berusia 16 tahun. Ia ditangkap karena menjual burung yang dilindungi seperti nuri tanibar, nuri kepala hitam dan cucak hijau. FCW ditangkap di Alun-Alun Utara, Kota Yogyakarta, Jumat (11/3/2022).

Adapun tiga kasus lain di antaranya operasional mini zoo yang tak dilengkapi izin konservasi di Kapanewon Pakem, Sleman dengan tersangka ABS dan SHD. Pengungkapan dilakukan pada 22 Januari 2022 lalu.

Selanjutnya ada kasus upaya penjualan elang brontok yang dilakukan oleh FAW. Tersangka ditangkap di Kapanwon Lendah, Kulonprogo di 19 Januari lalu.

Untuk kasus terakhir merupakan penjualan trengiling yang dilakukan oleh AP, 32. Tersangka ditangkap pada 24 Februari 2022 lalu. Dari empat kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti binturong, elang bondal merak hijau, kakak tua jambul kuning, kukang jawa. Selain itu, ada juga nuri tanibar, nuri kepala hitam, cucak hijau, elang brontok, trenggiling, sisi trengiling seberat 2,5 kilogram dan sebuah smartphone.

Wadireskrimsus Polda DIY, AKBP Endriadi mengatakan, empat kasus yang berkaitan dengan perdagangan satwa dilindungi terjadi di beberapa lokasi. Perinciannya, dua kasus diungkap di Kabupaten Sleman, satu kasus di Kota Jogja dan satu kasus tersisa di Kabupaten Kulonprogo. Total ada lima tersangka yang diamankan, salah satunya berinsial FCW berstatus anak di bawah umur.

“Untuk penyelesaian akan mengacu pada sistem peradilan anak. Masih kami kaji, apakah akan dilakukan diversi, dititipkan ke lembaga sosial atau proses hukum,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Rabu (16/3/2022).

Menurut dia, untuk tersangka lainnya juga sudah diamankan. Atas perbuatannya ini para pelaku dijerat UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta Peraturan Pemerintah Nomor 8/1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar. Adapun ancamannya kurungan paling lama lima tahun dan denda maksimal 100 juta.

“Mereka tahu tentang pemeliharaan harus memiliki izin atau satwa-satwa dilindungi tidak boleh dijual,” katanya.

Koordinator Resor BKSDA Sleman, Uut Budiyarto mengatakan, satwa sitaan dari Polda DIY diserahkan ke BKSDA. Recananya satwa ini akan direhabilitasi dan akan dilepasliarkan pada saat kasus sudah selesai. “Nanti yang kondisinya baik akan dilepasliarkan ke habitat asli. Untuk sementara kami pelihara terlebih dahulu,” katanya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.