Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Situs Srigading di Malang Bakal Dijadikan Tempat Wisata Sejarah, Ada Temuan Candi Abad ke-10

Situs Srigading di Malang Bakal Dijadikan Tempat Wisata Sejarah, Ada Temuan Candi Abad ke-10
Foto: Bupati Malang HM Sanusi bersama jajaran Forkopimda saat meninjau lokasi situs Srigading, Selasa (15/3/2022) (tribratanews.jatim.polri.go.id)

MURIANEWS, Kudus– Situs Srigading yang di dalamnya ada temuan candi kuno akan dijadikan tempat wisata sejarah oleh Pemkab Malang. Lokasi situs Srigading ini berada di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Candi yang ditemukan di situs Srigading ini diperkirakan dibangun pada abad ke-10. Saat ini, bentuk bangunan candi di situs tersebut sudah terlihat cukup jelas, setelah dilakukan proses eskavasi.

“Bentuknya sudah ketemu, nanti kita tata kembali. Saya harap nantinya bisa menjadi wisata sejarah yang ada di Malang,” kata Bupati Malang M. Sanusi, seperti dikutip dari Solopos.com, Rabu (16/3/2022).

Baca juga: Cari Tempat Wisata di Malang dengan Bujet Terbatas? Ini Pilihannya

Pengelolaan Situs Srigading sebagai tempat wisata sejarah akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Srigading. Harapannya bisa memberikan dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat sekitar.

Pemerintah Kabupaten Malang akan membantu sejumlah fasilitas pendukung pada bangunan candi yang telah dilakukan ekskavasi tiga kali tersebut. Dalam waktu dekat, pemkab bakal menyiapkan lampu penerangan di lokasi itu.

“Kami akan pasang lampu penerangan di empat titik yang memakai tenaga matahari, supaya terus terjaga dan terpelihara aman,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Tim Ekskavasi Situs Srigading dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, saat ini dibutuhkan koordinasi lanjutan terkait dengan kelanjutan penggalian situs karena berada di lahan milik perorangan.

”Kami melaporkan kebutuhan teknis, yaitu terkait dengan status lahan yang masih milik masyarakat. Lalu kebutuhan pengatapan dan pagar usai ekskavasi karena kondisi batu bata yang sudah lapuk dan tindakan mencari pola halaman,” jelas Wicaksono.

Situs Srigading awalnya dikenal dengan sebutan Cegumuk oleh warga sekitar yang berarti gundukan. Situs ini ditemukan kurang lebih pada 1985 dengan yoni dan sejumlah arca di atas gundukan itu.

BPCB Jatim telah memastikan bahwa bangunan itu candi yang menghadap ke arah timur atau Gunung Semeru dan untuk tempat peribadatan umat beraliran Hindu Siwaistis.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: solopos.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.