Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Listrik Pulau Parang Jepara Masih Belum Maksimal

Listrik Pulau Parang Jepara Masih Belum Maksimal
Panel Suryat di PLTDS Pulau Parang Karimunjawa, Jepara (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pasokan listrik bagi Masyarakat di Pulau Parang, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah masih jadi masalah serius. Sebabnya, aliran ke sana belum maksimal.

Seorang warga setempat, Ilham mengatakan, sejak 2018, listrik ke pulau itu sudah bisa dinikmati selama 24 jam. Namun, masih ada sejumlah kendala yang membayang-bayanginya.

Salah satu kendala itu, yakni penggunaannya yang masih harus dibatasi. Sebab, ada batasan kapasitas aliran yang dinikmati masyarakat.

Baca juga: Jepara Dilirik Untuk Gunakan Listrik Tenaga Surya

“Sekarang Alhamdulillah sudah menyala 24 jam. Dulu masih 5,5 jam. Tapi, konsumsi listrik kami masih dibatasi,” kata Ilham, Sabtu (12/3/2022).

Ilham mengungkapkan, masing-masing rumah dijatah listrik dengan daya 1500 KWH dalam waktu 24 jam. Jika konsumsi listrik melebihi kapasitas itu, maka secara otomatis listrik akan mati.

Listrik baru menyala lagi pada pukul 15.00 WIB. Sebab, pada jam tersebut, tenaga pembangkit sedang melakukan pengisian ulang listrik dan dialirkan ke masing-masing rumah.

“Jadi kami harus bisa pintar-pintar atur konsumsi listrik. Kalau misalnya pagi-pagi konsumsi melebihi kapasitas, otomatis akan mati. Mau tidak mau kami minta ke tetangga,” ujar Ilham.

Untuk diketahui, kali pertama listrik masuk ke Pulau Parang Sejak pada 2002 silam. Sebelumnya, masyarakat hanya menggunakan penerangan seadanya. Saat itu, listrik hanya bersumber dari genset dengan kekuatan 100 kilovolt ampere (kVA).

Selanjutnya, pada 2014, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan bantuan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan daya 75 kWp. Dan pada 2018 mendapat hibah dari Denmark, berupa PLTDS dengan kekuatan daya 60 kWp.

Sementara itu Operator PLTD/S di Pulau Parang, Aminun, menyebut, ada 379 rumah yang tersaluri listrik. Meski masih terbatas, setidaknya listrik di sana sudah sangat membantu kehidupan di Pulau Parang.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...