Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Warga Parang Jepara Kegirangan Nonton Wayang Kulit

Warga Parang Jepara Kegirangan Nonton Wayang Kulit
Pertunjukan wayang kulit di Pulau Parang, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Jumat (11/3/2022) malam.

MURIANEWS, Jepara – Suasana Balaidesa Parang, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat (11/3/2022) malam ramai. Ratusan warga tumplek blek di halaman balaidesa setempat.

Kedatangan warga itu bukan untuk mengantre sembako maupun ingin membeli minyak goreng murah yang memang sedang sulit. Tapi, kedatangan mereka untuk menonton wayang kulit.

Ya, di Pulau Parang ada pertunjukan wayang kulit. Pertunjukan wayang kulit memang jarang sekali digelar di Pulau Parang. Jadinya, orang-orang dari seluruh penjuru pulau itu pun antusias.

Antusiasme Warga Parang, Karimunjawa, Jepara saat menonton pagelaran wayang kulit. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

Pertunjukan wayang kulit itu sudah seperti hari besar saja. Muncul banyak pedagang seperti pasar malam.

Warga yang datang tak mesti harus duduk di kursi yang sudah disediakan. Dibanding yang duduk di kursi, lebih banyak warga yang duduk lesehan di lantai, menggelar tikar di tanah dan di bawah pohon.

Anak-anak pun turut antusias. Mereka berlomba-lomba mendapatkan posisi duduk paling depan.

Baca juga: 85 Anak Penyu Dilepas di Lautan Karimunjawa Jepara

Bisono (70), salah satu warga Parang, sangat terharu dengan adanya pertunjukan wayang. Dia begitu khidmat saat mendengar gamelan dalang menceritakan lakon Arjuna.

“Seumur-umur baru dua kali nonton wayang secara langsung. Biasanya hanya lewat radio,” kata Bisono, di sela-sela asyiknya menonton wayang dengan Dalang Ki Hendro Suryo Kartiko itu.

Bisono mengaku senang mendengarkan wayang lewat radio. Dia suka dengan pentas wayang oleh Ki Dalang Manteb Sudarsono.

Baca juga: Klarifikasi Wayang Haram, Ustaz Khalid Basalamah Minta Maaf

Hal yang sama juga dirasakan Petinggi Parang, Zaenal Arifin (43). Dia bahkan baru pertama kali melihat pertunjukan wayang secara langsung.

“Setahu saya, sudah 46 tahun tidak ada pertunjukan wayang di sini. Dulu sebelum saya lahir, ada dua kali. Itu warga yang nanggap,” kata Zaenal.

Zaenal sangat bersyukur ada pertunjukan wayang kulit ini. Sebab, warga yang suka dengan kesenian dan kebudayaan, akhirnya bisa menyaksikan secara langsung.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...