Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dear Moms, Waspadai Tanda Bahaya Covid-19 pada Anak-Anak

Foto: Ilustrasi pemeriksaan kesehatan pada anak (pixabay.com)

MURIANEWS, Kudus– Kasus Covid-19 di Indonesia masih belum melandai. Perkembangan tiap hari, masih ada ribuan kasus baru Covid-19 yang muncul.

Sejauh ini, kasus Covid-19 tidak hanya menyerang orang tua dan dewasa saja. Tetapi, anak-anak juga sudah banyak yang tertular Covid-19.

Sebagai informasi yang dikutip dari Solopos.com, kasus konfirmasi Covid-19 pada anak di Indonesia meningkat tajam. Dari 676 kasus pada 24 Januari 2022, jumlahnya terus naik hingga 7.190 kasus pada 7 Februari 2022.

Baca juga: Covid-19 Diprediksi Bakal Mengalami Penurunan Signifikan Pada April Mendatang

Sejak kemunculan varian Omicron, 3 persen kematian terjadi pada balita. Untuk itu, para orang tua perlu mengetahu tanda bahaya yang muncul saat buah hati terinfeksi virus ini.

Dokter spesialis anak konsultan penyakit infeksi dan pediatri tropis Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Trop.Paed dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memberikan beberapa tanda bahaya saat anak terkena Covid-19.

Dokter yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Kementerian Kesehatan itu menegaskan, meski gejala Covid-19 pada anak seringkali ringan, namun ada tanda bahwa anak memerlukan perawatan darurat.

Seperti kuduk kaku, ruam, silau, kejang, lengan dan kaki dingin, pucat atau kebiruan, menangis yang tidak tidak seperti biasa, hingga penurunan kesadaran.

“Tanda bahaya juga termasuk sesak, tidak mau menyusui, tidak bereaksi karena otaknya kena, tidak mau makan dan minum, dan tidak mau beraktivitas seperti biasa,” kata Hindra dalam diskusi daring pada Kamis (10/3/2022).

Hindra juga mengingatkan adanya multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) yang bisa menjangkiti anak dengan riwayat pernah terinfeksi atau melakukan kontak dengan Covid-19.

Hindra memaparkan, MIS-C merupakan kondisi saat berbagai organ tubuh seperti jantung, paru-paru, otak, ginjal, kulit, mata, dan saluran cerna, mengalami peradangan. MIS-C bisa bersifat serius hingga mengakibatkan kematian.

“Namun, sebagian besar dapat sembuh dengan pengobatan,” imbuhnya.

Adapun MIS-C ditandai dengan demam berkepanjangan ditambah satu atau lebih dari gejala seperti nyeri lambung, mata kemerahan, diare, pusing, ruam, dan muntah. Hindra mengingatkan, gejala tersebut dapat berbeda pada tiap anak.

Lima gejala yang paling banyak dialami anak saat terkena Covid-19 varian Omicron, kata Hindra, yaitu hidung meler, sakit kepala, kelelahan, bersin-bersin, dan sakit tenggorokan.

Oleh karena itu, Hindra yang kini berpraktik di RS Pondok Indah itu mengingatkan para orang tua untuk selalu memastikan anak menjalani protokol kesehatan dengan baik untuk mencegah penularan Covid-19 dan melakukan vaksinasi jika anak sudah berusia 6 tahun.

“Protokol kesehatan ini juga harus dilakukan bersama-sama agar keberhasilannya bisa dicapai. Kemudian vaksin. Apapun variannya, vaksinnya tetap sama. Vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia,” ujar Hindra.

 

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: solopos.com

Comments
Loading...