Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ada Pesan Khusus Mbah Arwani dari Mushaf Pojok Menara Kudus

Alexander Yusuf, Manajer Percetakan Menara Kudus menunjukkan Mushaf Pojok dari KH Arwani. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Percetakan Menara Kudus di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menjadi pelopor penerbitan mushaf yang pada setiap pojok lembaran merupakan akhir sebuah ayat. Mushaf ini dikenal dengan Mushaf Menara Kudus.

Mushaf Pojok Menara Kudus ini asal muasalnya merupakan milik ulama terkemuka di Kudus KH Arwani Amin. Pada tahun 1974 mushaf ini diserahkan ke Percetakan Menara Kudus untuk dicetak ulang dan disebarluaskan.

Alexander Yusuf, Manajer Percetakan Menara Kudus menceritakan awal mula mencetak Mushaf pojok Menara Kudus milik Mbah Arwani itu. Hal itu berawal dari kedekatan mbah Arwani dengan H Zainuri Noor, sebagai pendiri Percetakan Menara Kudus.

“Mushaf pojok ini diserahkan Mbah Arwani ke kami untuk diproduksi dan diperbanyak,” katanya, Rabu (9/3/2022).

Baca: Mengenal Mushaf Pojok Menara Kudus yang Legendaris

Saat itu menurut dia, Mbah Arwani memberikan pesan khusus. Yakni dalam proses cetak semua isi dalam mushaf itu tidak boleh diubah.

Menurutnya, jika ada yang kurang dipersilahkan untuk datang langsung ke rumah Mbah Arwani.

“Pesan Mbah Arwani seperti itu. Kalau misal ada yang menyalahkan Mushaf dari itu atau kurang setuju silahkan menemui beliau di rumahnya,” sambungnya.

Alex menjelaskan, Mushaf Pojok ini memang cocok untuk menghafal Alquran. Karena setiap lembaran halaman pada bagian pojok kiri selalu akhir sebuah ayat.

Ayat berikutnya akan dilanjutkan pada bagian atas lembaran berikutnya. Sehingga memudahkan penghafal Alquran dalam mengingat ayat terakhir yang dihafal.

Baca: Jadi Andalan Hafiz, Ini Karakteristik Mushaf Pojok Menara Kudus

Ia mengklaim, jika hampir 90 eprsen penghafal Alquran di Indonesia menggunakan Mushaf Pojok yang awalnya dari KH Arwani tersebut.

“Keistimewaannya kalau kata yang sudah-sudah itu mudah dihafalkan. Mungkin karena mendapatkan barokahnya Mbah Arwani,” ungkapnya.

Alex menambahkan, biasanya santri yang sudah lulus menghafal Mushaf Pojok Mbah Arwani akan mengajarkan kepada santri generasi di bawahnya. Sehingga penggunaan Mushaf Pojok Mbah Arwani berlanjut terus menerus.

“Rentetannya Mbah Arwani mengajari santri menghafal. Kemudian nanti santri yang sudah hafal kembali ke kediamannya juga mengajarkan menggunakan mushaf yang sama. Semacam getok tular,” ungkapnya.

Saat ini Mushaf Pojok Menara Kudus Mbah Arwani terus diproduksi. Salah satu produk yang dicetak oleh percetakan Menara Kudus ada yang berukuran 12 cm x 15 cm. Dalam sebulan penjualan mushaf ini bisa mencapai 15 ribu pcs.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...