Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mengenal Mushaf Pojok Menara Kudus yang Legendaris

Mushaf Pojok Menara Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus memiliki Mushaf legendaris yang dikenal dengan nama Mushaf Pojok Menara Kudus. Mushaf terbitan Percetakan Menara Kudus ini begitu menjadi andalan penghafal Alquran dan menjadi rujukan pesantren tahfiz.

Mushaf ini dikenal dengan nama mushaf pojok lantaran setiap sudut atau pojok lembarannya pasti selalu akhir sebuah ayat tertentu, dan dilanjutkan dengan ayat selanjutnya pada sudut atas lembaran berikutnya.

Dalam dari paper Ahmad Nashih berjudul ”Studi Mushaf Pojok Menara Kudus: Sejarah dan Karakteristik”, disebutkan Percetakan Menara Kudus sebagai penerbit mushaf ini menjadi pelopor atau satu-satunya selama 25 tahun, sebagai pencetak mushaf ayat sudut di Indonesia.

”Peran sebagai satu-satunya penerbit mushaf pojok selama setengah dasarwarsa itu menjadikan Alquran itu melekat di hati masyarakat, sehingga mereka menyebutnya Quran Kudus,” tulisnya.

Ia menyebut jika mushab Alquran dengan model ini pada mulanya dikenal dengan sebutan Mushaf Bahriyah. Karena kala itu mushaf model ini yang beredar di Indonesia merupakan cetakan penerbit Bahriyah Istanbul Turki.

Alexander Yusuf, Manajer Percetakan Menara Kudus menunjukkan mushaf ayat pojok dari KH. M. Arwani (biru) dan mushaf ayat pojok Rasm Ustmani (hijau). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

Mushaf Pojok yang dicetak Percetakan Menara Kudus awalnya merupakan milik ulama besar KH Arwani Amin. Mushaf itu didapatkannya saat melaksanakan ibadah haji sekitar tahun 1970-an.

”Mushaf ini kemudian diberikan ke Pecetakan Menara Kudus untuk dicetak dan disebarluaskan karena dianggap dapat membantu huffaz dalam menghafalkan Alquran,” urainya.

Baca: Direkomendasikan Mbah Arwani Kudus, Ayat Pojok Khat Bahriyah Jadi Rujukan Penghafal Alquran

Mushaf Pojok Menara Kudus kali pertama diterbitkan tahun 1974 M dan dikoreksi oleh tiga ulama ahli Alquran asal Kabupaten Kudus. Ketiganya yakni KH M Arwani Amin, KH Hisyam Hayat, dan KH Sya’roni Ahmadi.

Sementara Alexander Yusuf, Manajer Percetakan Menara Kudus mengatakan ciri Alquran ayat pojok dapat diamati di bagian bawah pojok kiri. Di situ selalu terdapat bagian akhir ayat. Sehingga diharuskan untuk berhenti. Kemudian dilanjutkan lagi di halaman berikutnya.

“Bisa dilihat kalau Alquran biasa itu berhentinya ayat bisa di mana saja. Bisa di kanan, tengah, atau bagian lainnya. Tetapi kalau Mushaf Ayat Pojok berhentinya pasti di bawah pojok kiri seperti ini,” katanya, Rabu (9/3/2022).

Baca: Percetakan Menara Tertua di Kudus, Penuhi Permintaan Alquran ke Malaysia dan Brunei

Alex menjelaskan, fungsi dari mushaf ini memang memudahkan para penghafal Alquran. Tujuan berhentinya ayat diletakkan di bawah pojok kiri agar memudahkan hafiz mengingat-ingat ayat terakhir yang dihafal.

Alex menambahkan, di percetakan Menara Kudus saat ini memproduksi dua Mushaf ayat pojok dari KH M Arwani dan Mushaf pojok dari Rasm Ustmani.

Baca: Jadi Andalan Hafiz, Ini Karakteristik Mushaf Pojok Menara Kudus

“Keduanya saat ini dipakai oleh santri. Tergantung dari selera masing-masing. Biasanya santri mengikuti dari guru-gurunya masing-masing. Ada yang gurunya menggunakan Mushaf ayat pojok dari KH. M. Arwani, ada juga yang memilih Mushaf ayat pojok Rasm Ustmani,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...