Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Duh! Jalan Masuk Rumah Warga di Kudus Ini Diblokir Tembok

Rumah Sulikah di Mejobo Kudus, terlihat terblokir tembok tinggi. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Sebuah rumah di Dusun Jangkrik, Desa Mejobo RT 8 RW 2, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tak memiliki akses jalan. Satu-satunya akses jalan menuju rumah itu kini terblokir tembok.

Rumah tersebut diketahui milik Sutikah (55) yang ditinggali bersama dua anaknya. Rumah tersebut tak memiliki akses jalan, setelah satu-satunya jalan ‘tulungan’ yang melewati halaman rumah milik Sunarsih (62) ditembok.

Tembok tersebut baru dibangun oleh pemilik tanah sekitar dua pekan lalu.

Dari pantauan MURIANEWS, tembok yang tepat berada disamping rumah Sulikah itu memiliki tinggi sekitar 2,5 meter dan panjang sekitar 9 meter. Jarak tembok dengan rumah Sulikah pun cukup mepet sekitar 30-40 cm.

Sulikah menceritakan, jalan tersebut memang satu-satunya akses jalan yang bisa dilewati untuk ke luar-masuk rumah. Usai rumahnya tak memiliki akses jalan, kini Sulikah mengungsi di rumah kerabatnya di Dusun Klitak RW 1 RW 1 desa setempat.

“Pas dibangun terus pindah ke rumah saudara. Sebagian barang grabah dapur, pakaian, dan sepeda saya ambil. Tapi sebagian masih ada yang dirumah,” katanya, Senin (7/3/2022).

Baca: Ini Penyebab Jalan Masuk Rumah Warga di Mejobo Kudus Diblokir Tembok

Ia mengaku tidak pernah diajak komunikasi pemilik lahan jika akan ditembok. Pihaknya juga mengaku sadar selama ini jalan yang dilewatinya tersebut merupakan jalan yang berada di halaman rumah tetangganya itu.

“Saya sadar kalau saya nunut (numpang, red) jalan, saya sadar kalau saya miskin. Saya juga selalu mengalah,” akunya.

Baca: Nyapu Jalan Disetop, Ini Sanksi Baru Pelanggar Prokes di Kudus

Ia berharap pemerintah bisa membantu mencarikan solusi dan menyediakan akses jalan baginya untuk keluar masuk rumah.

Pihaknya juga bersedia meminta maaf kepada pemilik lahan, yang terpenting ada akses jalan lagi menuju rumahnya. Apalagi rumah yang ditinggalinya tersebut merupakan warisan turun-temurun.

“Saya minta tolong, saya disuruh minta maaf saya disuruh apa juga mau. Saya minta keadilan, masa manusia tidak dikasih jalan,” imbuhnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...